Selamat datang di Kumpulan Cerpen Remaja dan Anak! Silahkan mengunjungi satu per satu cerpen dari para penulis kami!
Bisa mulai ditelusuri dari Authors yang berisi profil kami, kemudian Become Author untuk mengirim karya atau pun menjadi penulis tetap. Melanjutkan atau malah langsung menuju Daftar Cerpen yang berisi cerpen terposting di blog lama maupun baru pun oke. Ada yang kurang? Tanyakan di Information. Berkelana sesuka hati saja, deh! Welcome!
Welcome to KCRdA weblog | take parcitipate with us | read stories | comment | send stories

Selasa, 23 Februari 2016

Thanks doctor


                                                          Thanks doctor

                                                    By: Inas Suha Azzahra
        Indahnya kota paris. Membuatku ingin berlama lama untuk tinggal disini. Tiga bulan sudah aku tinggal di paris bersama papa dan kakak. Dan besok pagi. Aku akan balik ke jakarta. Aku juga tidak lupa untuk membeli oleh oleh dari paris untuk dokter nanthan, dokter kim, dokter cha, dokter reya, dokter indra, dokter alex dan dokter aldo. Mereka adalah dokter dokter muda kecuali dokter indra. Dokter indra adalah papanya dokter nathan. Sejak aku kecil dokter indra yang merawat ku. Dan sekarang dokter nathan, dokter reya, dokter kim, dokter cha, dokter aldo, dan dokter alex yang merawat ku. Sekarang dokter indra sudah jarang merawat ku lagi. Karna sekarang dia sudah menjadi presiden rumah sakit. Saat keadaan yang tertentu saja dokter indra baru ikut turun tangan membantu mengoprasi pasien.

Pagi ini aku akan balik ke jakarta. Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan dokter nathan dan dokter dokter lainnya. Aku sangat merindukan mereka. Karna, slama aku di paris. Penyakit aku tidak pernah kambuh lagi. Dan aku juga akan beri kabar bahagia ini kepada mereka semua.

Besoknya setelah aku sampai di jakarta. Aku meminta supir pradi ku mengantar ku kerumah sakit anak. Aku langsung ke ruang dokter indra. Dan memberikan oleh oleh dari paris untuk dokter indra. Aku sudah mengganggap dokter indra sebagai papa ku. Setelah memberi kado kepada dokter indra. Aku pergi keruangan dokter dokter yang masih junior  yaitu dokter cha, dokter aldo dan dokter dokter lainnya. Saat aku kesana. dokter reya, dan dokter alex lagi berkumpul di sana. Akupun langsung memberi mereka oleh oleh dari paris.

Tinggal dokter nathan dan dokter kim yang belum. Akupun langsung keruangan dokter nathan dan dokter kim. Mereka berdua tidak ada diruangan mereka masing masing. Akupun langsung naik ka atas gedung rumah sakit. Dokter kim dan dokter nathan sering di atap gedung rumah sakit.
mereka berdua sedang bediri di pinggir atas atap gedung yang di batasi dengan batu bata yang tidak begitu tinggi. Aku langsung datang kepada mereka berdua.

“ dokter kim. Dokter nathan.” Panggilku pada mereka berdua. Dan aku langsung berlari kearah mereka.

“ aldara.” Dengan senyuman dokter nathan menyebut nama ku.
“ kamu udah pulang dari paris?” tanya dokter kim.
“ udah dong. Ini oleh oleh dari paris untuk dokter kim dan dokter nathan.” Ucapku sambil memberikan mereka oleh oleh.

Sekarang, aku berdiri di tengah tengah mereka berdua sambil melihat kota jakarta dari atas atap gedung rumah sakit. Bahagia sekali bisa bertemu dengan dokter nathan dan dokter kim.

“ bagaimana keadaan kamu slama tinggal di paris?” tanya dokter nathan.
“ baik.” Kata ku.
“ dan dokter tau gak. Slama aku tinggal di paris. Penyakit aku tidak pernah kambuh lagi.” Sambungku.
“ slama tiga bulan itu?!” kata dokter kim tidak percaya.
“ oke. Kalau begitu. Malam ini kita akan merayakan atas tiga bulan itu. Dokter akan mengadakan pesta makan malam di villa dokter. Dan dokter juga akan mengajak dokter dokter lainnya.” Kata
dokter nathan sambil sedikit menyerakkan rambut ku.

Aku dan dokter nathan langsung berangkat ke villa dokter nathan. Disana sudah ada dokter indra, dokter kim, dokter alex, dokter aldo, dokter cha dan dokter reya. Kami berkumpul bersama dalam keadaan suasana bahagia.

Semua masakan yang terhidang adalah masakan dokter cha dan dokter reya. Masakannya begitu enak dan lezat. Membuat aku ketagihan dengan sayur yang dimasak oleh dokter reya.

“ dokter kim harus coba sayur ini. Di korea sana gak ada sayur yang kayak begini kan? Jadi dokter kim harus coba.” Kata ku sambil menaruh sayur di piring dokter kim.
“ gimana dok? Enakkan?” tanya ku saat dokter kim memakan sayur.
“ kenapa kamu duduk sendiri disini?” tanya dokter indra saat menghampiri ku.
“ terima kasih ya dok. Atas semuanya.”
“ atas semuanya?” tanya dokter indra.
“ iya. Semua kebahagian yang dokter berikan pada aku. Dokter slalu ada untuk aku dan slalu bisa menghibur aku disaat aku sedih.” Ucap ku tersenyum. Dan dokter indra memeluk ku. Dalam hidup ku. Aku tidak pernah dipeluk papa ku sendiri. Dan ini pertama kali aku merasakan pulukan hangat dari seorang ayah. Walaupun dia bukan ayah ku.

Saat aku pulang ke rumah. Papa juga belum pulang. Aku ingin sekali. Papa menyisihkan sedikit saja waktunya untuk aku. Tapi, papa tidak pernah melakukannya. Dia slalu sibuk dengan pekerjaannya.

“ non, bangun.” Kata bibi membangunkan aku.
“ iya.” Ucap ku yang masih menutup muka ku dengan guling. Akupun bangun dan duduk di pinggir tempat tidur ku dengan kepala yang masih tertunduk.
“ ini bibi udah buatkan susu untuk non.”
“ makasih bik.” Ucapku yang langsung terjatuh pingsan dengan hidung berdarah. Akupun segera di bawa ke rumah sakit.

Saat aku membuka mata ku. Aku sangat bingung. Dan di samping kanan ku ada dokter kim dan dokter nathan. “ aku ada dimana?” tanyaku saat sadar. “ kamu masuk rumah sakit.” Kata dokter kim. “ sudah berapa lama kamu gak minum obatnya?” tanya dokter nathan kwatir pada ku. “ lima hari yang lalu.” Ucap ku. “ kenapa kamu gak minum obatnya? Itu bahaya untuk kamu.” Ucap dokter Nathan marah pada ku. “ aku tau. Tapi, aku ingin aku gak tergantung pada obat. Aku yakin aku bisa hidup tanpa obat.” “ tapi, lihatkan. Kamu gak bisa tanpa obat.” “ aku tau.” Ucapku menangis. Dan dokter Nathan pergi keluar dari ruangan ku. Dan dokter reya masuk ke ruangan ku.


“ kamu kenapa menangis? Ada yang sakit?” Tanya dokter reya. Aku hanya menggelengkan kepala ku. Dokter kim juga keluar dari ruangan ku.
“ dokter reya.” Panggil ku.
“ iya.” Dokter reya langsung melihat kearah ku.
“  dokter. Apa hidup ku akan terus begini? Selalu minum obat setiap hari. Dan kalau aku gak minum obat nya. Aku akan drop? Apa aku gak bisa sembuh ya dokter?” Tanya ku menangis kembali.
“kamu kenapa bicara begitu?” kata dokter reya membelai rambut ku.
“  kamu pasti bisa sembuh. Kalau kamu udah dapatkan donor hati. Kamu bisa tidak minum obat lagi. Dan bisa seperti  anak anak seumuran kamu.”
“ tapi, kalau aku tidak bisa mendapatkan donor, bagaimana? Apakah aku akan meninggal dokter?” tanya memotong pembicaraan dokter reya.
“ sssttt… kamu gak boleh bicara begitu. Kamu pasti akan mendapatkan donor. Dan kamu akan sembuh.”kata dokter reya tersenyum pada ku.
“ senyum dong.” Kata dokter reya menghapus air mata ku dan akupun tersenyum.
“ kamu minum obatnya ya.” Dokter reya langsung memberiku obat.

Besok harinya. Aku ingin meminta maaf kepada dokter nathan, dokter reya, dokter indra dan dokter
kim. Gara gara aku mereka menjadi sangat cemas. Terutama dokter nathan yang begitu cemas pada diri ku. aku sudah menyiapkan atas permintaan maaf ku.

“ dokter. Maafin aku ya. Gara gara aku dokter reya menjadi sangat cemas. Ini atas minta maaf aku. Kalo dokter mau maafin aku dokter ambil coklat ini.” Ucapku sambil memberi dokter reya coklat.
Dan dokter reya menerimanya. Diapun langsung memeluk ku. akupun tersenyum dan bahagia saat dokter reya memeluk ku.

Sekarang aku tinggal meminta maaf pada dokter nathan. Dokter reya pun mendorongkan kursi roda ku ke atas gedung rumah sakit. Dan ternyata benar. Dokter nathan sedang berdiri disana melihat kota jakarta dari ketinggian atap rumah sakit. Dokter reya pun segera mendorongkan kursi roda ku kearah dokter nathan berada.

“ maafkan aku ya dokter nathan. Maafin aku.” Ucap ku merasa bersalah dengan dokter nathan. Dan dokter nathan berbalik arah.
“ ini.” Ucapku menjulurkan tangan ku dengan memegang sebatang coklat yang sudah aku bungkus dengan kertas kado yang cantik.
“ jika dokter nathan mau maafin aku. Dokter ambil coklat ini.”kata ku yang masih menjulurkan tangan ku yang masih memegang coklat.
“ permintaan maaf di terima.” Ucap dokter nathan mengambil coklat yang aku genggam dan dia tersenyum lebar.
“ maafkan dokter juga udah marahin kamu.”kata dokter nathan yang masih dengan senyuman lebarnya. Dan aku juga membalas senyuman dokter nathan. Dokter nathan langsung memeluk ku.

Sudah tiga hari aku dirawat di rumah sakit. Sampai sekarang, papa dan kak aldrian tidak menjenguk ku. semenjak beberapa tahun ini papa sangat berubah. Aku tidak tau apa yang membuat papa berubah begini.
“ dokter.” Ucapku membuka pembicaraan.

“ ya.” Jawab dokter Nathan.
“ kenapa papa dan kak aldrian tidak datang ya dokter? Apa mereka lupa dengan aku? Atau mereka memang sudah tidak sayang sama aku lagi?” tanyaku dengan suara sedih.
“ mereka pasti akan datang. Kamu gak boleh sedih oke.” Kata dokter Nathan dengan senyuman manisnya yang membuat bibir ku ikut tersenyum.

Dokter nathan benar. Papa pasti akan datang melihat ku. Tapi, aku masih marah dengan papa. Karna, papa terlalu lama datang untuk melihat ku. Saat aku mengetahui papa datang. Aku berpura pura tidur. Papa masuk ke ruangan ku bersama dokter nathan dan dokter indra. Dokter nathan dan dokter indra langsung meninggalkan ruangan ku. Dan sekarang tinggal seorang ayah dan anak di dalam ruangan ku.

Papa memegang tangan ku dan dia mengelus rambut ku berkali kali. Aku merasakan kasih sayang seorang ayah pada anak nya. Tidak berkata sepatah sedikit pun dari bibirnya. Tiba tiba, dia mencium kening ku. Dan berkata “ cepat sembuh ya sayang.”ucap papa setelah mencium kening ku. Ingin rasanya aku membalas ucapan papa dan memeluknya.  Dan papa pergi keluar dan meninggalkan ku sendiri.

Aku membuka mata ku saat papa sudah keluar dari ruangan ku. Aku ingin papa berlama lama disamping ku. Aku hanya bisa mengambil boneka yang baru saja papa berikan pada ku. Aku memeluk boneka itu dengan kuat. Dan akupun tertidur sambil memeluk boneka yang papa berikan pada ku.

“ tadi malam, papa kamu datang dan memberikan boneka yang kamu peluk itu.” Kata dokter nathan sedang mengganti botol infus ku.
“ aku sudah tau. Aku hanya pura pura tidur. Karna aku sedikit kesal sama papa. Tapi setelah papa bilang pada ku ‘cepat sembuh ya sayang’ aku sudah tidak marah lagi dengan papa. Tapi aku nyesal sudah berpura pura tidur. Jadinya, aku gak bisa peluk papa.”
“ oh,ya. Kamu sudah boleh pulang besok.” Kata dokter nathan.
“ yes!!!”
“ tapi pulangnya kerumah dokter.”
“ emang papa kemana?”
“ papa kamu pergi ke spayol untuk beberapa minggu. Dan dirumah kamu juga tidak ada orang. Jadi, kamu tinggal dirumah dokter dulu. Oke.”
“ oke. Dokter nathan.” Ucapku sambil memberikan jempol tangan kepada dokter nathan.

Pagi hari nya. Aku pulang ke rumah dokter nathan bersama papa nya. Mereka sangat menyambut kedatangan ku. Bahkan mereka menyiap kan kamar khusus untuk ku. Aku sangat bahagia bisa tinggal bersama dokter nathan dan papa nya.

“ ini rumah dokter yang baru. Memang sih tidak sebagus rumah kamu.” Kata dokter indra.
“ rumah dokter lebih bagus dari pada rumah aku. Rumah aku sepi.”
“ anggap saja ini rumah kamu. Jangan malu malu.” Kata dokter nathan.
“ terima kasih ya dokter.” Ucap ku berterima kasih pada dokter indra dan dokter nathan.

Aku merasa sangat bahagia ketika tinggal bersama mereka. Aku merasakan kehangatan dalam keluaga ini. Walaupun aku memang bukan anak dokter indra dan adik dokter nathan. Tapi, aku sudah menggap mereka berdua sebagai papa dan kakak ku. Mereka sangat berbeda dengan papa dan kak aldrian. Papa mengaku bahwa dia sayang sama aku. Tapi, sikap nya tidak pernah menunjukkan dia sayang pada ku. Mereka terlalu sibuk sampai sampai tidak bisa sedikit saja waktu nya untuk ku.

“ pagi pa.” ucap dokter nathan kepada papa nya. Sambil mendorong kursi roda ku.
“ pagi dokter indra.” Ucap ku pada dokter indra.
“ pagi juga.” Jawab dokter indra.
“ guru kamu akan datang jam 09:00 nanti.  Tempatnya sudah di siapkan sama bibik.”
“ makasih ya dokter indra.”
“ dokter berangkat dulu ya.”
“ hati hati ya dokter.” Ucap ku untuk mereka berdua.

Sudah tiga hari aku tinggal bersama mereka. Aku merasakan kebahagian yang sangat luar biasa bagi ku. Akhirnya, aku tau. Dan bisa merasakan ke hangatan sebuah keluarga.

Hari ini, dokter nathan sepertinya pulangnya agak lama dari bisanya. Menunggu dokter nathan pulang. Aku bermain piano. Setelah aku, selesai bermain piano. Terdengar suara tepukan tangan. Ternyata dokter nathan tepuk tangan untuk aku. “ bagus sekali.” Katanya.

“ dokter bisa bermain piano?” tanya ku
“ bisa dong.”
“ ayo,,, coba.”

Tak pernah aku sangka. Dokter nathan ternyata pandai bermain piano. Begitu bagus dokter nathan memainkannya. Sampai sampai aku tertidur saat mendengar dokter nathan memainkan piano.
Sudah seminggu, aku tinggal bersama keluarga kecil dokter indra. Aku merasakan kebahagian yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Rasanya, aku idak ingin pergi dari rumah ini. Rumah ini begitu sangat nyaman untuk ku. Tidak ada alasan untuk pergi meninggalkan mereka dan rumah yang penuh dengan keharmonisan.
                                                                             ***
Terdengar suara bell rumah. Aku segera membukanya. Ternyata seorang wanita yang begitu cantik. Kira kira umurnya sebaya dengan dokter nathan. Dia membuka senyuman lebar nya yang membuatnya lebih cantik lagi. Aku ikut tersenyum. Dan menyuruh nya, untuk masuk. Tidak lama aku menyuruh kakak cantik masuk. Dokter nathan datang. Dan aku tersenyum pada dokter nathan dan langsung pergi. Dan sekarang tinggal mereka berdua.

Aku melihat dari jendela kamar ku. Bahwa, kakak cantik itu sudah pulang. Aku langsung berlari menemui dokter nathan. Aku langsung duduk di samping dokter nathan.

“ cie…cie…” ucap ku sambil tersenyum.
“ apaan sih.” Dokter nathan sedikit agak malu.
“ kok aku gak pernah tau ya?”
“ gak pernah tau apa?”
“ pacar dokter kan?”
“ bukan. Dia teman dokter.”
“ ah… teman atau teman nih…” kata ku semakin membuat dokter nathan salting(salah tingkah)
“iya. Dia pacar dokter.” Kata dokter nathan mengaku.
“benarkan.”
“ besok kita akan jalan jalan satu harian. Jadi kamu harus tidur lebih awal. Udah sana tidur.”
“ jadi, besok dokter gak ke rumah sakit?” tanya ku.
“ dokter ambil cuti.”
“ ajak kakak cantik tadi ya dokter.” Ucap ku sambil beranjak berdiri.
“ iya…iya. Udah sana tidur.”
“ oke. Good night dokter.” Kata ku sambil pergi menuju ke kama ku.

Seluruh kota jakarta kami telusuri. Aku begitu bahagia. Setelah berbelanja sepuasnya dan makan
sepuas nya. Kami pergi ke karauke. Aku dan pacar dokter nathan bernyanyi. Sedangkan dokter nathan duduk saja. Aku menyuruh dokter nathan untuk bernyanyi. Aku terus memaksanya sampai dokter nathan mau untuk bernyanyi bersama. Tertawa bersama dan merasakan kebahagian yang sesungguh. Ini pertama kali aku merasakan kebahagian yang sangat berarti.

“ bentar.” Kata dokter nathan mengeluarkan handphone nya dari kantung celana nya dan keluar dari ruangan karauke.
“ dokter mau kemana?” tanya ku saat dokter nathan mengambil jas nya.
“ dokter harus ke rumah sakit. Kamu dengan kak grace ya.”kata dokter nathan.
“ aku titip aldara ya.” Kata dokter nathan kepada kak grace.
“oke. Aku akan jaga nya.”ucap kak grace tersenyum dan merangkul bahu ku.
“ aku naik taxi. Kamu bawa mobil aku.”
“ iya. Hati hati.” Kata kak grace pada dokter nathan.
“ hati hati dokter.”

Kami terus melanjutkan karauke kami. Kami berjoget bernyanyi sepuas hati kami. Setelah kami karauke. Kak grace membawa ku ke taman mini. Setelah kami bermain di taman mini. Aku meminta kak grace untuk antar aku ke rumah sakit. Aku melihat dokter nathan begitu hebat saat mengoperasi. Dia dokter yang sangat luar biasa. Aku melihat nya dari jendela kaca ruang operasi yang sangat besar.

Setelah aku melihat dokter nathan dari jendela ruang operasi. Aku naik ke atas gedung rumah sakit. Ada seorang anak perempuan yang sebaya dengan aku. Aku mendekatinya. Aku ingin dia menjadi teman aku. Karna, seumur hidup ku. Aku tidak pernah mempunyai teman.

“ hai.” Ucap ku pada nya.
“ nama ku aldara.”ucap ku memperkenalkan diri ku.
“ nama ku sara.” Ucap nya memperkenalkan dirinya.
“ kamu sering kesini?”tanya ku.
“baru pertama kali. Kalau kamu?”tanya dia balik pada ku.
“ aku sering kesini. Aku sangat suka dengan tempat ini. Di tempat ini. Aku merasa lebih berarti dan ingin hidup lebih lama lagi. Setiap kali aku bosan di ruangan ku. Aku slalu pergi kesini.”
“ kenapa aku gak pernah lihat kamu dirumah sakit ini?”tanya ku lagi.
“ emang kamu sering kerumah sakit ini?”
“ iya. Kalau penyakit aku kambuh. Aku slalu dirawat di rumah sakit ini. Dan kalau aku bosan di ruangan ku. Aku pergi kesini.”
“ emangnya kamu sakit apa?” tanya nya.
“ kanker hati. Penyakit ku dari kecil. Kalau kamu sakit apa?”
“ sama. Kakak aku tidak punya uang untuk operasi aku. Hanya rumah sakit ini yang terbaik di indonesia. Dan rumah sakit ini terlalu mahal untuk kami. Kamu udah dapat transpartasi hati?”
“ belum. Sampai sekarang belum ada. Tapi, aku yakin. Aku pasti bisa mendapatkan transpartasi hati dan aku pasti akan sembuh. Kamu juga harus yakin.”ucap ku tersenyum lebar padanya. Dan dia ikut tersenyum.

Ini pertama kali aku mempunyai teman. Dan memeluk seorang teman. Tak pernah aku menyangkanya bahwa aku mempunyai seorang teman.
                    ***
Setelah kami berpelukkan. Kakak nya  datang. Dia dibawa pergi ke rumah sakit lain oleh kakak nya. Karna dia, tidak sanggup membayar perawatan dirumah sakit ini yang perawatannya begitu mahal. Aku berharap. Aku bisa bertemu lagi dengannya.

“ dokter cari kamu loh dari tadi.” Kata dokter nathan tiba tiba berdiri di samping ku. Aku sangat terkejut saat dokter nathan tiba tiba bicara dan telah berdiri disamping ku. Aku menoleh kepadanya sambil tersenyum lebar.
“ kelihatannya kamu bahagia sekali?” tanya dokter nathan pada ku yang begitu sangat heran dengan senyuman kebahagian ku. Dan aku hanya tersenyum kembali.
Hari ini, aku sudah kembali kerumah ku. Kembali seperti dulu. Merasa kesepian di rumah yang sebesar ini. Andai saja aku mempunyai teman di rumah ini. Pasti aku sangat bahagia. Aku melihat papa membawa seorang wanita ke rumah. Dan aku segera turun untuk melihatnya.

Dan ternyata. Wanita itu adalah calon istri papa ku. Dan akan menjadi ibu tiri ku. Aku tidak ingin mempunyai ibu tiri. Aku tidak ingin ada seseorang yang menggantikan posisi mama ku. Aku tidak ingin papa menikah dengan wanita itu.

Besok pagi. Papa akan menikah. Dan malam ini. Aku akan pergi dari rumah ini. Karna, aku tidak ingin papa menikah lagi. Angin malam membuat ku merasa sangat kedinginan. Aku tidak tau harus kemana. Aku duduk di kursi taman.

“ aldara.”
“kamu kenapa menangis?”tanya dokter reya saat melihat air mata ku yang jatuh di pipi ku. Aku hanya menggelengkan kepala ku.
“kamu kenapa bisa kesini?”
“ aku pergi dari rumah. Aku gak akan pernah pulang.”kata ku yang masih menangis.
“ dokter antar kamu pulang ya.”ucap dokter reya. Aku hanya menggelengkan kepala ku kembali lagi dengan air mata yang masih mengalir.
“kalau gak. Kamu ke apartement dokter reya aja ya.”
“ tapi, dokter jangan bilang dengan siapa pun. Kalau aku, ada di apartement dokter.” Ucap ku menatap mata dokter reya dengan mata yang masih menangis.
“iya.”kata dokter reya memeluk ku.

Saat aku bangun tidur. Aku merasa badan ku sakit semua. Aku melihat di tempat tidur ada tetesan darah. Tangan ku memegang hidung ku. Ternyata. Aku mimisan. Aku terjatuh pingsan.

Saat aku sadar. Tangan ku sudah di infus. Kali ini, aku tidak tau kenapa aku mimisan dan pingsan. Selama ini aku slalu minum obat ku. Tidak pernah tidak lupa minum obat. Dokter reya masuk ke ruang rawat ku. Dan aku memegang tangan nya. Dan dokter nathan juga ikut masuk. Aku melebarkan senyuman ku untuk mereka. Agar mereka tidak terlalu kwatir dengan keadaan ku.

“ dokter nathan jangan marahi dokter reya. Dokter gak salah. Yang salah aku dokter.” Kata ku pada dokter nathan.
“ oke. Dokter gak akan marah pada dokter reya.”kata dokter nathan.

Tiba tiba papa masuk. Dan aku masih sangat marah dengan papa. Rencana ku semua nya gagal. Papa pasti akan menikah dengan wanita itu.

“ aldara. Kamu gak apa apa kan sayang. Papa kwatir banget sama kamu.”kata papa saat dia melihat ku. Dokter reya dan dokter nathan langsung keluar dari ruangan ku.
“ apa papa masih melanjuti pernikahan papa?”
“ papa gak akan menikah. Papa akan batalkan semuanya.” Kata papa senyum pada ku.
“ papa serius? Papa gak bohong kan?”tanya ku yang masih tidak percaya.
“iya. Papa serius”kata papa sambil janji kelingking. Dan aku memeluk papa ku.
“ pa.”
“ ya sayang.”
“ papa gak lupakan dua hari lagi?”
“ papa ingat.”
“ papa akan datangkan?”
“ iya.”kata papa berjanji pada ku.

Dua hari lagi. Aku akan berulang tahun yang ke 13 tahun. Aku ingin papa dan kak aldrian datang di ulang tahun ku yang ke 13 ini. Aku sangat mengharap kan nya. Jika ini umur terakhir aku. Aku sangat memohon pada papa dan kakak untuk datang dalam acara ulang tahun ku.

Dokter nathan dan dokter reya membawa ku pergi keluar dari rumah sakit. Mereka membawa ku ke puncak. Selama di perjalanan, mereka menutup mata ku dengan penutup mata. aku sudah membayangkan kalau papa dan kak aldrian datang.

Saat mereka membuka penutup mata ku. Aku melihat satu per satu. Disana ada dokter indra, dokter kim, kak grace, dokter cha, dokter alex, dan dokter aldo. Mereka semua datang untuk merayakan ulang tahun ku. Diantara mereka semua papa dan kak aldrian tidak ada. Mereka semua menyanyikan lagu Ulang Tahun untuk ku. Mereka sangat habagia.

“ ayo tiup lilinnya aldara.”kata kak grace. Tanpa aku menyadarinya. Mereka telah bernyayi untuk ku. Arah pandangan mata ku menuju kak grace. Dan sekali lagi. Aku melihat semuanya. Papa dan kak aldrian memang tidak ada di acara ulang tahun ku. Aku memutar balik kursi roda ku. Aku pergi menjauh dari mereka semua.

Aku menangis. Aku sangat kecewa dengan papa dan kakak. Aku sangat marah dengan mereka. Papa sudah berjanji pada ku. Tapi, apa? Papa berbohong. Aku benci papa.

“ papa kamu gak lupa dengan ulang tahun kamu. Tadi papa kamu telfon dokter indra. Kata nya papa kamu ucapin selamat ulang tahun untuk kamu. Papa kamu memang gak bisa datang. Karna, ada urusan yang sangat begitu penting. Kan kamu sudah besar. Jadi kamu harus mengerti posisi papa kamu kan orang  yang sangat penting. Ayo dong jangan nangis lagi. Kamu lihat dokter nathan, kak grace, dokter indra, dan dokter lainnya sudah menunggu kamu untuk meniup lilinnya. Ayo kita kesana ya.” Kata dokter reya merayu ku.Aku langsung memeluk dokter reya. Entah mengapa. Setiap kali dokter reya membujuk aku. Aku selalu luluh dengan perkataan nya.

Aku meniup lili ulang tahun ku yang ke 13 tahun. Dan aku tersenyum melihat mereka semua yang telah hadir di acara ulang tahun ku. Aku tidak boleh sedih. Banyak sekali orang yang menyayangi ku. Dan aku tidak boleh sedih. Karna mereka semua tersenyum untuk hari kebahagiaan ku ini.
                                   ***
“ kamu sedang apa sendiri disini?” tanya dokter reya.
“aku suka dengan kalung yang dokter beri kan sama aku. Makasih ya dokter.” Ucap ku berterima kasih.
“iya sama sama.”

Aku melihat tetesan darah jatuh di celana ku. Aku langsung memengang hidung ku. Aku terus menghapus darah yang terus mengalir di hidung ku. Terlalu banyak darah yang keluar. Aku terjatuh pingsan.

Saat itu. Keadaan ku semakin memburuk. Aku terbaring koma selama beberapa hari. Aku harus segera mendapatkan donor hati. Saat aku koma. Kak aldrian juga mengalami kecelakaan di amerika sana. Jadi, selam aku koma. Papa tidak berada disamping ku. Dia harus menemani kak aldrian.

Tiga minggu sudah aku terbaring koma. Dan telah mendapatkan donor hati.  Dokter nathan dan dokter lainnya segera operasi ku. Operasi berjalan lancar. Tapi, keadaan ku semakin menurun setelah operasi berjalan. Denyut nadi ku yang semakin menurun. Membuat papa untuk balik ke jakarta. Membuat orang panik.

Aku melihat dokter reya berjalan kepada ku dengan gaun putih yang sangat indah. Dokter reya begitu sangat cantik. Bagaikan seorang peri. “ dokter reya.” Dokter reya hanya tersenyum saat aku memanggil namanya. “ hati kamu. Adalah hati dokter.”kata dokter reya sambil memegang kedua tangan ku. “ maksud dokter?” tanya ku yang belum paham atas perkataan dokter reya. Dokter reya melepaskan genggaman tangannya kepada ku. Dan dia pergi menjauh ketempat yang cahaya putih yang begitu bersinar membuat mata silau melihatnya.

Terdengar suara yang memanggil nama ku. Perlahan aku membuka kedua mata ku. Dan menggerakkan jari jari tangan ku. Seseorang memegang tangan ku. Disana, ada papa, dokter indra dan dokter nathan. Papa memegang tangan ku dengan erat.

“ papa.”ucap ku setelah melihat orang orang yang berada di dekat ku.
“ iya sayang.” Jawab papa yang memegang erat tangan ku dan mencium tangan ku. Aku pun memegang tangan papa dengan tangan sebelah ku.

Dua hari sudah aku sadar dari koma. Selama dua hari ini. Aku tidak melihat dokter reya. Dan dokter reya tidak pernah masuk untuk melihat keadaan ku. Aku sangat merindukan dokter reya.

“ dokter.”panngil ku saat dokter nathan memeriksa keadaan ku.
“ ya.” Jawab dokter nathan.
“ sudah beberapa hari ini. Aku tidak melihat dokter reya. Dokter reya dimana?”tanya ku. Dokter nathan hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan ku.
“ dokter. Dokter kenapa diam aja? Emangnya dokter reya kemana?”tanya ku lagi.
“ dokter reya… dokter reya lagi tugas di singapure.”
“ kapan dokter reya balik?”
“ dokter gak tau.”ucap dokter nathan.

Aku menggambil handphone ku dan menelefon dokter reya. Tapi, tidak pernah di angkat oleh dokter reya. Sudah seminggu aku di rumah sakit ini. Tapi, dokter reya tidak muncul. Dokter reya hilang bagai di telan bumi. Dan ini, hari terakhir aku di rumah sakit ini. Aku masih menunggu dokter reya untuk melihat keadaan ku sekarang.


Kaki ku melangkah ke ruang kerja dokter nathan. Aku ingin memberi dia sebuah hadiah. Karna dokter nathan telah menajadi dokter terbaik ku. Aku duduk di kursi nya. Duduk sambil berputar putar di kursi kerja dokter nathan. Tanpa sengaja. Tangan ku menjatuhkan dokumen dokumen milik dokter nathan. Aku segera membereskannya.

Tanpa ku sengaja. Terlihat oleh mata ku dokumen atas operasi transpaltasi hati. Aku membuka nya. Tertulis diatas kertas dokumen tersebut dengan nama : Aldara zanata. Itu adalah nama ku. Dan pendonor atas nama : Reya dewara. Itu nama dokter reya. Dan di dokumen tersebut ada tanda tangan papa dan dokter reya.

Tiba tiba dokter nathan masuk ke ruangan nya. Mata ku yang sudah berbinar binar memendung air mata. Aku berdiri sambil memegang dokumen itu.

“ apa benar semua yang ada di dokumen ini dokter?” tanya ku yang sudah meneteskan air mata. Dokter nathan hanya diam dan tidak berkata sedikit pun.

“ dokter . jawab!”ucap ku meminta dokter nathan menjawab pertanyaan ku tadi.
“ iya.”
“ dokter reya mengalami kecelakaan. Saat kamu sedang koma. Dan sebelum dokter reya meninggal.
Dia ingin hati nya ada di dalam tubuh kamu. Dan pada saat itu juga keadaan kamu harus segera mendapatkan donor. Dan hanya dokter reya yang bisa menyelamati kamu.” Jelas dokter nathan.
“ kenapa dokter menyetujui nya! Kenapa dokter selamati aku! Seharusnya dokter menyelamiti dokter reya. Bukan menyelamati aku! Dokter jahat! Kalian semua jahat!” jerit ku berlari keluar dari ruangan dokter nathan. Saat aku membuka pintu untuk keluar. Dokter kim ingin masuk ke ruang kerja dokter nathan. Dokter kim melihat mata ku yang sudah berlinag air mata. Dan aku berlari ke atas gedung rumah sakit.

Aku mengingat perkataan dokter reya sewaktu aku masih dalam keadaan koma. Aku baru mengerti arti perkataan dokter reya waktu itu. Seharusnya, dokter reya tidak mendonor kan hatinya untuk aku. Aku tidak pantas untuk hidup. Karna, aku tidak pernah berguna untuk siapa pun. Sedangkan dokter reya. Masih banyak diperlukan orang lain. Hidup dokter reya lebih berarti dan sangat berharga dari pada kehidupan ku.

“ kamu kenapa menangis?”
“ kakak sudah tau semuanya. Jadi, kakak gak perlu ada disini. Tinggalkan aku sendiri disini kak.” ucap ku yang sudah tanda dengan suara kakak ku sendiri.
“ kakak gak tau apa apa. Kakak baru pulang dari amerika. Kakak hanya mendapat kabar kalau kamu sudah operasi transpaltasi hati. Makanya, kakak balik ke jakarta untuk berkumpul bersama lagi.
Kakak juga baru keluar dari rumah sakit karena, kecelakaan. Jadi, kakak gak tau apa apa. Kakak hanya ingin menjemput kamu untuk balik kerumah. Dan kita bersama seperti dulu lagi.”
Setelah mendengar semua penjelasan kak aldrian. Aku langsung berbalik dan memeluknya. Sudah lama, aku tidak memeluk kak aldrian. Dan dia menghapus air mata ku yang jatuh di kedua pipi ku. Dan dia tersnyum pada ku.

Saat kak aldrian membukakan pintu mobil untuk ku. Dokter nathan, dokter kim, dan dokter cha melihat ku saat aku pulang. Mata ku melihat. Diantara mereka bertiga ada dokter reya tersenyum dan melambaikan tangan nya. Itu hanya banyangan ku saja. Dan banyangan itu sudah hilang.

Di perjalanan menuju pulang kerumah.  Aku terus melihat dan menggenggam kalung yang ku pakai dari hadiah ulang tahun ku. Tanpa ku sengaja. Air mata ku jatuh membasahi kedua pipi ku.

Di kamar ku. Aku melihat foto foto ku bersama dokter reya dan dokter dokter lainnya. Senyuman dokter reya begitu indah. Dokter reya tidak pernah mengeluh tentang pasien pasien nya. Dan slalu bersemangat untuk menyembuhkan orang orang. Aku ingat semua yang dokter reya kata kan pada ku.
Sudah tiga hari aku tidak keluar dari kamar ku. Bagiku sulit menerima kenyataan ini. Begitu berat yang harus ku jalani. Kenyataan yang begitu menyakitkan. Kenyataan yang begitu sulih untuk di terima. Aku tidak pernah membayangkan nya sedikit pun kalau ini akan terjadi.

Hari ke empat aku dirumah. Aku meminta kak aldrian untuk mengantar ku ke villa. Setidak nya aku tidak berdiam diri di kamar. Kaki ku melangkah ke bangku taman villa. Aku duduk disana. Begitu sering nya aku menangis. Air mata ku sudah tidak bisa lagi untuk keluar.
Seseorang datang dan duduk disamping ku. Aku tidak melihat nya. Karna aku tau. Kalau seseorang adalah dokter nathan. Dia memberikan ku sebuah kotak kado. “ ambil.” Kata dokter nathan. Dan aku mengambilnya. “ kado itu dari dokter reya.”kata dokter nathan.

Aku membuka kado dari dokter reya. Dalam kado itu. Terdapat sebuah stetoskop milik dokter reya.
Dan dibawah stetoskop tersebut aku selembar kertas. Aku ambil dan ku baca.

Surat itu berisi : ” hallo aldara. Apa kabar? Tentunya sekarang kamu sudah lebih baik. Sekarang. Kamu sudah bisa seperti anak yang lainya. Tapi, kamu juga jangan lupa untuk istirahat. Kamu juga tidak boleh terlalu capek. Dokter sangat bahagia sekali. Karna sekarang. Hati dokter adalah hati ku juga. Walaupun dokter telah tiada. Tetap saja hati dokter slalu ada di dalam tubuh kamu. Dan sekarang hati dokter telah menjadi milik kamu seutuh nya. Dan dokter ingat selalu. Kalau kamu ingin menjadi dokter anak seperti dokter. Makanya, dokter memberi kamu stetoskop milik dokter. Karna, dokter ingin. Jika kamu menjadi seorang dokter nanti. Kamu akan memakai stetoskop milik dokter sampai rusak. Dan  dokter juga sangat yakin. Kamu pasti akan menjadi dokter anak yang bisa menyembuhkan banyak anak. Dan kamu juga tidak boleh marah dengan papa kamu, kakak kamu. karna mereka, adalah keluarga kamu. Mereka sangat menyagi dan mecintai kamu. Dan kamu jangan marah dengan dokter nathan, dokter indra, dokter kim, dan dokter dokter lainnya. Karna, semua ini sudah takdir. Tidak ada yang perlu di salahkan dan tidak perlu ada yang di sesali. Karna dokter sangat ikhlas. hati dokter. telah Dokter donor kan untuk kamu. Dan jangan pernah bersedih. karna sekarang. Hati dokter adalah hati kamu. Walaupun dokter telah tiada. Hati dokter telah melekat didalam tubuh kamu untuk selamanya.

dokter reya dewara “

Aku langsung memeluk dokter nathan. Air mata ku sudah membasai pipi ku kembali.  Dokter nathan menghapus air mata ku dengan tersenyum. Dan perlahan. Bibir ku tersenyum lebar.

Dokter indra mengangkat ku sebagai anak angkat nya. Papa sudah mempersetujui surat atas keterangan bahwa aku anak angkat dari dokter indra. Dokter indra merayakan atas sah nya aku menjadi anak angkat nya. Dan kami mengadakan pesta kecil kecilan di villa. Dokter kim, dokter cha, dokter aldo, dokter alex dan dokter dokter lainnya datang di acara pesta kecil kami.

Sekarang. Aku mempunyai dua papa yang sangat menyayangi dan mencintai ku dan mempunyai dua kakak laki laki yang begitu manyayangi ku. Dan aku juga, sangat menyayangi mereka semua.

Tanggan ku memegang kalaung yang aku pakai atas pemberian hadiah ulang tahun dari dokter reya. Dan aku melihat bintang yang bersinar, berkerlap kelip di atas sana menerangi gelap nya malam. Dan diantara bintang bintang dilangit. Pasti disana ada dokter reya.

SELESAI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biarkan kami tahu kamu di sana... ;)