Selamat datang di Kumpulan Cerpen Remaja dan Anak! Silahkan mengunjungi satu per satu cerpen dari para penulis kami!
Bisa mulai ditelusuri dari Authors yang berisi profil kami, kemudian Become Author untuk mengirim karya atau pun menjadi penulis tetap. Melanjutkan atau malah langsung menuju Daftar Cerpen yang berisi cerpen terposting di blog lama maupun baru pun oke. Ada yang kurang? Tanyakan di Information. Berkelana sesuka hati saja, deh! Welcome!
Welcome to KCRdA weblog | take parcitipate with us | read stories | comment | send stories

Jumat, 19 Februari 2016

Rain and Love

Rain and Love
                                                               BY : Inas Suha Azzahra

                   Hujan adalah segalanya bagiku. Karna hujan, bumi menjadi hidup. Karna hujan, bisa menghapus semua kesedihan ku. Dan karna hujan, bunga bunga yang aku tanam bisa hidup. Ketika hujan turun, aku slalu menyaksikannya. Tersenyum sendiri dan terkadang melamun memandangi air yang turun dari langit. Itulah aku. Seperti orang gila ketika melihat hujan turun.

Waktu terus bedetak. Waktu tidak akan berhenti berdetak menghantui dunia. Sebuah mimpi tanpa kenyataan. Sebuah hayalan yang gila. Sebuah harapan yang tidak akan pernah terjadi. Itulah cara berfikir ku tentang impian ku dengan keluarga ku. Setiap tahun, aku menunggunya. Dan semua itu hanya sebuah harapan tanpa kenyataan.

Tiga tahun sudah, aku tinggal di belgia. Tanpa keluarga. Aku memilih kuliah di belgia karna, aku tidak ingin mengetahui dan mendengar masalah yang terjadi dalam keluarga ku. Cukup bagiku, dua belas tahun aku mendengar saling adu mulut dan bentakan yang membuatku trauma. Dan sekarang, aku berusaha untuk melupakan semuanya. Slama aku di belgia, aku belum pernah balik ke jakarta. Karna, aku belum siap untuk balik kesana dan melihat semuanya seperti beberapa tahun lalu. Bagiku, perlu keberanian yang besar untuk balik kesana.

“ thanks ya dim.” Kata ku pada dimas atas bunga yang dia beri pada ku pagi ini.
“ iya sama sama.”ucap dimas.

Dimas adalah sahabat ku. Papa ku dan papa nya adalah seorang sahabat. Dan sekarang aku dan dimas menjadi seorang sahabat. Dimas adalah segalanya bagiku. Setiap pagi, dimas tidak lupa memberi ku bunga mawar yang indah. Karna, bunga mawar adalah sebagaian dari kehidupan ku. Dimas slalu siap saat aku membutuhkan bahunya. Dimas slalu ada disaat aku suka dan duka.

“ pulang kuliah nanti kita jalan jalan yuk.” Ajak dimas padaku.
“ oke.” Ucap ku yang lagi menyantap sepotong roti.
“ cepat, nanti telat.” Ucap dimas yang menuju ke garasi mobil.


Sepulang dari kuliah. Aku dan dimas mengelilingi kota dengan menaiki sepeda yang di sewakan di trotoan jalan. Dan kami juga tidak lupa untuk singgah ke caffé langganan kami.

“ cie,,, dua minggu lagi ada yang udah sarjana nih.” Ucapku menyindir dimas. Dan dimas hanya tersenyum pada ku.
“ dim, aku boleh gak. Manggil loh dengan sebutan kakak. Dua minggu ini aja. Oke.” Ucapku. Aku tau dimas tidak mau di panggil dengan sebutan kakak. Padahal, aku lebih muda darinya. Dia marah sekali, saat aku memanggil dia dengan sebutan “ kak dimas”. Makanya, aku manggil dia dengan sebutan nama saja. Dia pun menganggukkan kepalanya. Akupun tersenyum lebar padanya.

Biasanya, libur akhir pekan. Kami membersihkan rumah. Melihat mentari yang sudah bersinar. Aku bangun dan langsung ke dapur. Kali ini, aku ingin sarapan dengan masakan khas indonesia. Rindu dengan nasi goreng spesial buatan mama. Akupun langsung memasaknya.

Setelah sarapan, dimas langsung membereskan ruangan tamu. Dan aku membereskan dapur. Kami berkerja sama dalam bekerja. Tidak terasa, hari sudah siang. Begitu asik membereskan rumah sambil bercanda dengannya.

Saat membuka kulkas. Hanya ada mie instan dan telur. Stok makanan di kulkas telah habis. Setelah makan siang, aku pergi ke supermarket untuk membeli keperluan semuanya.

Rumah begitu sunyi. Seperti tidak ada orang di dalamnya. Ku cari dari segala sisi dan ruangan yang ada di rumah. Ternyata, dimas ada di ruang bawah tanah yang sedang bermain bilyar. Sedikit kesal aku mencarinya.

“ ini, untuk kak dimas.” Ucapku tersenyum padanya walaupun aku masih terasa kesal.
“ thaks you.” Ucapnya membalas senyuman dari ku.

Aku melihat nya bermain bilyar, sambil memandang wajahnya. Dan sesekali, ia melihat ku juga. Entah mengapa aku memandang wajahnya. Mungkin, karna dia adalah perhibur ku disaat aku sedih dan kakak untuk ku. Aku tidak tau rasanya, jika dia pergi dari hidupku. Sulit untuk hidup tanpa dirinya. Suara deringan dari handphone dimas, membuatku berhenti melihatnya.  

“ hallo ma. Apakabar?”katanya saat menggangkat telfon dari mamanya.
“ kapan mama kesini? Aku rindu loh sama mama dan papa.” Katanya.
“ bilang, aku juga rindu.” Kataku tiba tiba.
“ kata frey, dia rindu juga sama mama.” Ucap dimas menyampaikan pesan dariku. Dia jauhkan sedikit telfonnya dari kupingnya. “ mama juga kangen, katanya.” Ucap dimas.
“ aku mau bicara sama tante frida.” Ucapku. Dimas pun memberikan handphone nya pada ku.

“ hallo tante, apa kabar.” Ucapku.
“ nanti kalau tante kesini, ajak alex ya tan. Soalnya, dia lucu banget. Ngegemesin, seperti omnya yang disini.” Kata ku melihat dimas dan mencubit sedikit pipinya.
“ ya.tan.” ucapku mengakhiri telfon.

Sepekan sudah, sore ini dimas akan menjemput keluarganya  di bandara. Makan malam sudah terhidang di meja makan.

Begitu akrabnya mereka. Di meja makan saja mereka bisa saling melengkapi satu sama lain. Aku sangat iri dengan keluarga dimas. Yang begitu harmonis dan hangat. Andai keluarga ku seperti mereka. Pasti, aku sangat bahagia. Aku hanya diam di meja makan bersama mereka. Aku tersenyum melihat keluarganya dimas yang begitu hangat.

“ loh, kenapa frey?” Tanya dimas yang mengelap piring yang basah yang telah aku cuci. Dua kali dimas telah menengur ku. Tapi, aku masih melamun. Dimas pun, menyipratkan air kepada ku. Aku pun terkejut.
“ dimas!” Ucap ku saat sadar dari melamun.
“ loh melamun ya? Melamuni siapa? hayooo...”Tanya nya iseng pada ku.
“ gak, gue ngak melamun.” Ucapku tersenyum padanya. Akupun, langsung menyipratkan air pada dimas. Dan kami menjadi bermain air.

Setelah sarapan, kami berdua mengajak alex untuk pergi berjalan jalan mengelilingi kota. Satu harian, kami berjalan jalan entah kemana saja. Begitu bahagianya alex saat aku dan dimas mengajak dia membeli mainan. Dan kami juga tidak lupa untuk, mengajak nya ke caffé langganan kami. Di perjalanan pulang, dia tertidur di mobil.

Hari ini, dia akan tamat dari universitas belgia. Dan besok dia juga akan pergi dari belgia. Hati bimbang saat memikirkan itu. Antara sedih dan senang yang ku rasakan. Aku datang dalam acara wisuda nya. Aku tersenyum saat dia berdiri di atas pangung dengan baju wisudanya.

“ besok aku akan pulang ke Jakarta.” Ucap dimas tiba tiba. saat aku memandangi pemandangan dari balkon rumah. Aku pun menoleh ke arahnya.
“ untuk slama nya?” Tanya ku.
“ mungkin.”
“ apa loh, gak balik kesini lagi?”Tanya ku dengan wajah sedih.
“ mungkin. Gue akan tunggu loh di Jakarta. Jakarta masih menerima loh.” Ucap dimas.
“ gue belum siap. Untuk balik dan tinggal disana kembali. Titip salam buat mama ku.”ucapku menanhan air mata ku. Dan aku pun berbalik arah ke dimas. Dan aku langsung memeluknya. Air 
mata ku pun jatuh.

Entah mengapa aku memeluk dimas. Dan menangis di pelukan nya. Entah apa yang ku rasakan sampai sampai aku bisa menangis. Aku tidak tau dengan hati dan pikiran ku. Semuanya bimbang. 
Aku pun, masih menangis dalam pelukan dimas.

“ hati hati ya.” Ucap ku. Dimas memeluk ku dan mencium rambut ku.
“ jaga diri loh. Jangan lupa besok harus bangun pagi. Jangan ke siangan. Oke.” Ucap dimas 
menganggkat kedua jempol tangannya. Aku pun tersenyum lebar. Dibalik senyuman lebar dari bibir ku, aku menyimpan kesedihan yang aku sembunyikan. Biarkan aku menyimpan kesedihan yang ku 
rasakan ini sendiri.

Semenjak dimas pulang ke Jakarta. Aku slalu bangun kesiangan dan slalu telat ke kampus. Tiga hari berturut turut, aku telat masuk kelas. Dan kali ini, aku tidak boleh masuk kelas. Dan aku pun, duduk sambil membaca novel di bangku taman kampus. Handphone ku berdering, aku pun menganggkat nya.

“ hallo. Ini siapa ya?” Tanya ku saat mengangkat telfon.
“ aku dera.”
“ dera.” Ucap ku sedikit bingung. Aku pun melihat hanphone ku, ternyata memang dera. Aku kebiasaan asal menganggkat telfon tanpa melihat nya terlebih dahulu.
“ loh, gak masuk kelas frey?” Tanya dera.
“ gue telat, jadi gue gak di kasih masuk deh.”
“ eh, udah dulu ya frey. Aku di panggil mama ku nih. Bye frey.”
“ bye.”ucap ku mematikan panggilan.

“ kamu orang indoesia?” Tanya seorang pria yang berada di samping ku dari tadi.
“ ya, kamu orang Indonesia juga?”  Tanya ku balik.
“ iya. Kamu kuliah disini?”
“ iya.” Ucapku menganggukkan kepala ku.
“ kenapa gak masuk kelas?”
“ sudah dengar pembicaraan ku di telfon tadikan?” ucap ku.
“oh,,, iya.”
“ kamu kuliah disini?” Tanya ku.
“ tidak.”
“ terus, kenapa kamu disini?” tanyaku.
“ emangnya aku gak boleh ya kesini?”
“ ya…boleh sih.” Kata ku.
“ aku harus pergi. Sampai jumpa.” Ucapnya setelah melihat jam tangannya. Sepertinya, dia ada janji dengan seseorang. Saat dia pergi, aku melihat saputangannya ketinggalan di bangku itu. Akupun, menyimpan sapu tangannya.

Sejak pertama kali, aku bertemu dengannya, aku tidak pernah bertemu dengannya kembali lagi. Aku tidak tau dia berada dimana. Aku hanya ingin memulangkan sapu tangannya yang tertinggal itu kepada nya. Saat aku masuk ke kelas , ada sebuah bunga mawar yang sangat indah.  Di bunga itu juga ada tulisannya. Tapi, aku tidak tau dari siapa bunga itu.
Saat pulang, aku duduk sendiri di bangku taman kampus. Sambil tersenyum senyum sendiri melihat dan mencium bunga itu. Sudah, lama aku tidak mendapatkan bunga dari dimas. Dan ini, baru pertama kali aku mendapatkan bunga dari orang lain selain dimas.

“ kamu suka bunga itu?”ku dengar suara pria yang berkata seperti itu, yang duduk di samping ku. Akupun melihatnya. Ternyata dia adalah pria yang aku cari cari semenjak aku bertemu dengannya.
“ ini, bunga dari kamu?” tanya ku.
“ iya.”
“ makasih. Bunga nya bagus sekali.” Ucap ku sambil mencium bunga itu.
“ oh, ya. Ini.” Ucapku memberikan saputangannya yang ketinggalan kemarin saat pertama kali bertemu.
“ sapu tangan kamu. Waktu kamu pergi, Sapu tangan kamu ketinggalan.”
“ oh, ya. Kamu mau ikut aku nongkorong di caffé bersama ku.” Ajak ku.
“ ya boleh.” Ucap nya setuju.

Aku pun, mengajaknya nongkorong di caffé biasa ku dengan dimas. Aku banyak bercerita tentang dimas padanya. Dia sangat baik, dan humoris seperti dimas. Selama dimas pergi, aku slalu bersama nya. Lama kelamaan, aku tidak tau apa yang ku rasakan di hati ku ini. Apa aku mulai menyukai nya? Aku sangat bingung dengan persaan ku.

Liburan akhir tahun, aku tidak tau harus kemana. Dan tiba tiba gevin datang ke rumah dan mengajak ku ke hongkong. Aku pun, menerima tawarannya. Ini, pertama kali aku, berlibur akhir tahun bersama orang lain selain dimas.

Setiap hari kami slalu pergi berjalan jalan ke tempat yang indah. Aku bahagia sekali. Kami menemukan tempat yang kami sukai di hongkong. Tempat ini adalah tempat spesial kami berdua. Kami suka sekali dengan pemandangan dan tempat ini.

Saat aku dan gevin pergi ke tempat rekreasi disana. Aku melihat mama sedang berjalan sendiri. Aku pun berpisah dengan gevin dan mengejar mama ku. Begitu cepatnya mama menghilang. Aku berjalan sendiri di keramaian setelah aku berpisah dengan gevin. Tiba tiba, aku melihat mama dan aku langsung berlari ke arah mama.

“ mama.” Ucapku saat berdiri tepat di depannya. Aku pun langsung memeluk mama dengan penuh rasa kerinduan yang telah lama di nantikan. Aku menangis saat memeluknya. Saat aku melepas pelukan itu. Aku melihat luka memar di dekat mata mama dan di tangan nya.
“ apa yang terjadi dengan mama? Ini.” Ucap ku yang ingin memengang luka lebam yang berada di dekat mata mama. Dan mama langsung memengang tangan ku.
“ mama gak apa apa sayang. Luka lebam ini tidak apa. Mama hanya terkena sudut meja saja.” Ucap mama berbohon pada ku. Aku tau, mama slalu memendam nya dari siapa pun. Entah apa yang ada di fikiran mama, sampai sampai tidak menggugat cerai kepada papa. Padahal, mama slalu disakiti oleh papa.

Begitu cepatnya, aku harus berpisah lagi dengan mama. Mama juga terlalu sibuk dengan urusannya. Mama juga tidak terlalu peduli dengan kami bertiga. Dia slalu pergi pagi pagi dan pulang malam dan saat mereka berdua sudah pulang, mereka bertengkar adu mulut dan papa memukul mama. Setiap malam, aku slalu mendengarnya. Aku slalu memakai earphone saat mereka sedang beradu mulut.

Dulu, aku ingin sekali tinggal di inggris bersama kedua kakak ku. Mereka tidak pernah mendengar dan melihat pertengkaran antara mama dan papa di rumah. Saat mereka berdua tinggal di indonesia, dan saat itu juga pertama kali mereka mendengar dan melihatnya. Dan mereka berdua, baru mengetahui semua masalah yang ada di dalam rumah itu.

Sekarang, aku hampir bebas dari problem dalam keluarga ku. Aku berusaha untuk tidak masuk dalam masalah mereka. Aku lelah melihat dan mendengar semua itu. Aku tidak tau, sampai kapan semuanya akan berakhir. Dan aku juga tidak tau siapa yang akan mengakhirinya. Hanya menunggu waktu saja.

Terdengar suara deringan dari handphone ku. Aku tidak mengangkat telfon dari nya. Aku hanya berdiam memandangi danau dan pemandangan sekitarnya. Aku masih sangat bingung dengan kehidupan ku. Tidak tau apa yang harus dilakukan.

“ ternyata loh disini.” Kata nya saat menemukan aku. Aku hanya melihatnya dan diam tanpa sepatah kata pun. “ loh, kenapa?” tanya nya saat melihat wajahku yang saat itu sedang sedih. “ gak, gue gak apa apa.” Ucapku tersenyum padanya. “ kenapa tadi loh pergi tiba tiba?” “ aku, tadi. Ingin pipis.”ucap ku berbohong. Aku tidak ingin gevin mengetahui masalah keluarga ku.

Saat pesta kembang api di mulai. Aku memulis status di sosial media milik ku “ happy new years. Smoga di tahun yang baru ini akan lebih baik di tahun yang sebelumnya.” Itu adalah kata yang ku tulis di sosial media yang ku punya. Dan aku juga mengirim ucapan itu dari SMS, untuk dimas, mama, kak alvin, kak kenzo dan papa.

“ happy new years, gevin.” Kata ku tersenyum lebar melihat gevin.
“ happy new years freya.” Katanya membalas senyuman ku.

Aku berharap di tahun ini. Hidup ku, lebih berarti dan bahagia. Dan aku juga berharap di tahun yang baru ini, masalah di keluarga ku akan terselesaikan. Dan semuanya baik baik saja.

Dua minggu setelah tahun baru. Kami, balik ke belgia. Aku merasa bahagia sekali. Smoga, mama merasakan hal yang sama dengan ku.

Semuanya kembali seperti biasa kembali. Tinggal di rumah yang besar sendiri dan sepi tanpa siapa pun kecuali, diri ku seorang. Aku berharap, dimas bisa kembali disini dan bersama ku.

Saat aku pulang dari kuliah, aku melihat meja makan penuh dengan makanan khas Indonesia. Aku tidak tau siapa yang menyiapkan ini semua. Aku tidak tau siapa yang datang. Aku merasa bingung sekali. Tiba tiba ada seseorang  menutup ke dua mata ku dengan kedua tangan nya. Aku berusaha tidak panik. Aku raba kedua tangan nya dengan tangan ku. Saat aku meraba tangan kanan nya. Dia memakai jam tangan di kanan tangan nya. Biasanya, yang memakai jam tangan di tangan kanan.itu adalah dimas. Tapi, itu mustahil. Dimas tidak akan pernah balik lagi. Apa mungkin kak kenzo, kak alvin atau papa. Tapi itu lebih tidak mungkin lagi. Ucap ku dalam hati.

Akhirnya, dia melepaskannya. Dan aku langsung berbalik. Saat aku melihatnya, aku tidak percaya. Aku langsung memeluknya. Bahagia sekali, rasanya bisa melihat dia kembali lagi. Ternyata, benar. 
Dimas tidak akan pernah tinggalkan aku sendiri. Semua yang ada di meja makan. Dimas yang memasak nya. Dia bawa semua bahan bahan mentah dari indonesia. dan ternyata, dimas pandai memasak. Begitu lezat makanan yang ia masak.

Aku mengajak gevin untuk makan malam bersama. Aku memperkenalkan dimas pada gevin. Dengan hitungan menit. Mereka sudah bisa akrab. Aku bahagia melihat mereka berdua bisa saling akrab. 

Sekarang, ada dua pria di kehidupan ku yang aku sayangi. Mereka berdua, memberikan semua perhatiannya pada ku. Aku sudah menganggap dimas sebagai kakak aku. itu, wajar bagi ku kalau dimas memberikan perhatiannya dengan ku.  Tapi kali ini ada yang aneh. Aku tidak tau siapa diantara mereka, yang berhasil mencuri hati ku. Kalau dimas, itu tidak mungkin.

Setiap hari, aku slalu bersama mereka. Aku mulai bingung dengan hati ku. Aku tidak tau, siapa pria yang ku cintai diantara mereka berdua. Dan aku tidak tau, diantara mereka berdua. Siapa yang mencintai aku. Hati ku semakin bimbang kalau berada diantara mereka berdua.

Sekarang, aku tau. Siapa pria yang ku cintai. Hati ku, mulai memikat kepada gevin. Akupun, semakin dekat dengan nya. Tapi, saat aku semakin dekat dengannya. Dia semakin menjauh dari diri ku. Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya. Apa mungkin, dia tidak mencintai aku? tapi, untuk apa slama ini dia menaruh perhatiannya pada ku. Aku sangat bingung.

Malam ini, dimas mengajak ku dinner. Baru kali ini, dimas mengajak ku dinner di luar. Dia mengajak ku ke tempat yang begitu romantis. Mungkin, dimas ingin membuatku merasa bahagia. Tapi, itu semua salah. Tiba tiba dimas memengang tangan ku. Aku terkejut, saat dia memengang kedua tangan ku secara tiba tiba.

“ frey, aku ingin bicara.” Ucap dimas yang masih memengang tangan ku.
“ yaudah, bicara aja.” Ucap ku mulai merasa ada yang aneh.
“ frey. Lihat aku.”ucap dimas. Akupun, melihat tatapan matanya.
“ aku cinta sama kamu.” Kata dimas menyatakan cintanya pada ku. Sepertinya, dimas tidak sedang bercanda kali ini. Aku pun menarik tangan ku. Aku tidak tau harus menjawab apa. Lidah dan bibir ku terpaku diam tak tau harus menjawab apa. Aku hanya menganggapnya hanya sebagai sahabat dan kakak bagi ku, tidak lebih dari itu. Disisi lain, aku mencintai gevin. Aku tidak ingin melukai hati dimas.

“ frey. Aku mohon jawab.” Kata dimas.
“ beri, aku waktu. Aku mohon.” Ucap ku.

Kami, masih meneruskan dinner nya. Setelah kejadian, itu. Semuanya menjadi garing. Aku hanya diam saat dinner malam itu. Dan dimas juga hanya diam. Di perjalanan pulang, kami juga saling diam diaman.

Tiga hari sudah, kami saling diam. Dan hari ini juga. Aku harus memberi jawaban pada dimas. Mau tidak mau semua harus di selesaikan. Aku harus berani untuk menjawab nya. Saat aku dan dimas duduk di ruang televisi. Dimas menanyakan nya kembali.

“ ini sudah berhari hari. Aku butuh jawaban nya sekarang.”
“ dimas.” Ucap ku memegang tangan nya dan menatap mata nya.
“ loh, adalah orang nomor satu di dalam hati aku. You’re number one in my heart. Loh sgala nya bagi gue. You are everything to me. kamu, adalah malaikat bagi aku. Aku gak bisa hidup tanpa diri kamu. Kamu adalah sebagian dari hidup aku. Terima kasih atas semuanya. Terima kasih atas perhatian kamu sama aku. Terima kasih atas segala nya.” Ucap ku.
“maaf, aku… tidak bisa menerimanya. Aku hanya menganggap diri kamu sbgai sahabat dan kakak bagiku. Gak lebih dari itu.” Ucap ku yang merasa sangat bersalah.
“ apa?!” Ucap dimas menarik tangannya yang aku pegang.
“ siapa pria yang kamu cintai? Apa gevin.”
“ jawab!”ucapnya. aku hanya bisa diam. Jika, aku menjawabnya. Hati nya akan lebih terluka lagi. Ku rasa, dimas tau walaupun, aku tidak menjawab pertanyaanya. Aku pun berlari naik ke atas dan masuk ke kamar.

Aku menangis dan merasa sangat bersalah pada dimas. Kini, aku telah melukai hatinya. Aku tidak mungkin membohongi nya hanya untuk tidak melukai hatinya dalam waktu yang sangat singkat.

Sudah sepekan aku dan dimas saling diam dan tidak bicara. Dan sudah beberapa hari ini, sikap gevin aneh dan sedikit kasar pada ku. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan gevin. Dimas masih kecewa dengan ku. Aku bingung harus bagaimana.

Sekarang, dimas juga menjauh dari diri ku. setiap kali aku datang mendekati nya, dia malah pergi menjauh dari ku. Begitu juga dengan gevin. aku tidak tau, alasan mengapa gevin menjauh dari ku. 
Dua pria yang sangat menyayangi ku dan yang ku sayangi kini telah berubah.

Aku melihat dimas sedang berdiri melihat pemandangan dari kolam renang atas. Aku mengahampirinya. Aku ingin semua permasalahan ini selesai. Jika cinta hanya bisa membuat persahabatan aku dan dimas rusak. Aku memilih untuk tidak pernah jatuh cinta kepada siapa pun.

“ aku mohon jangan pergi.” Kata ku saat berdiri disamping dimas.
“ aku tau, kamu masih sangat kecewa dengan aku. Sampai kapan kita terus begini.” Ucap ku melihat dimas.
“ kalau cinta hanya membuat persahabatan kita renggang. Aku memilih untuk tidak pernah jatuh cinta dengan siapa pun. Aku ingin kita yang dulu. Bukan yang sekarang.” Ucap ku.
“ aku minta maaf telah buat loh kecewa. Tapi, gue harus jujur dengan hati dan persaan gue. Aku gak mungkin bohongi perasaan gue dan perasaan loh. Aku ingin kita yang dulu. Aku ingin dimas yang dulu. Bukan yang sekarang.” Ucap ku dengan mata berbinar.tiba tiba dimas memeluk ku.aku tidak tau apa arti dari pelukan dimas

Saat aku turun, untuk sarapan. Aku mendapatkan bunga mawar lagi dimeja makan. Dan di meja makan sudah terhidang sarapan untuk ku. Di bunga mawar itu, ada pesan yang di tinggalkan. Pesan itu berisi : maaf, aku harus pergi. Aku dapat tawaran kerja di amerika. Ini sarapan aku buatkan khusus untuk loh. Maafin aku slama ini. Ini bunga terakhir aku untuk loh. Besok dan seterus nya aku gak bisa memberi loh bunga mawar lagi. Jaga diri loh baik baik. Ak sayang kamu.

Saat aku membaca surat itu. Aku langsung menyusul dimas ke bandara. Aku yakin, dimas belum jauh. Saat aku sampai di bandara. Pesawat nya dimas baru saja lepas landas. Aku menangis.

Sudah beberapa hari ini, gevin tidak ada di sekitar kampus. Di hotelnya dia juga tidak ada. Dirumah nya dia juga tidak ada. Dan di apartemen nya juga dia tidak ada. Dia menghilang secara bersamaan dengan dimas. Aku tidak tau gevin pergi kemana.

Keesokan harinya, gevin mengirim ku sebuah SMS. Dan dia menunggu ku di sebuah taman dekat kota. Sudah setengah jam aku menunggunya. Tapi, gevin juga belum datang. Seorang pria menghampiri ku dan memberi ku bunga. Pria itu hanya memberi ku bunga mawar dan langsung pergi. Dan bunga mawar itu juga ada sebuah surat yang di tinggalkan. Ternyata, bunga dan surat itu dari gevin. Surat itu tertulis : ini bunga untuk kamu. Maaf, belakangan ini sikap aku kasar dan terlalu dingin sama kamu. Aku harus pergi. Jangan bertanya kemana aku pergi. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu yang satu itu. Suatu saat nanti, kamu akan tau. Kenapa aku pergi. Jaga dirimu baik baik.

Dua pria yang pernah mengisi dan membahagiakan aku. Kini, telah pergi dari hidup ku. Hidup tanpa mereka bagaikan hidup tanpa udara. Hidup ku semakin hampa dengan ke pergian mereka. Dimas yang masih marah dan kecewa dengan keputusan yang aku buat. Dan gevin pergi entah kemana. Tidak ada kejelasan tentang kepergian gevin. Gara gara cinta aku harus kehilangan dua orang pria yang sangat menyayagi ku dan aku sangat sayang dengan mereka. Kini, mereka telah pergi meninggalkan diri ku.

Hidup dengan kehampaan. Hidup sendiri di negri orang. Dan kesepian di kegelapan malam. Menikmati ke indahan malam sendiri. Berkeliling kota dan minum coklat panas sendiri. Dan berakhir pekan sendiri. Semua serba sendiri. Dan tak ada yang menemani diri ku seorang.

Aku semakin tidak tahan dengan hidup ku yang semakin lama semakin hampa. Di hari ulang tahun ku ini. Aku pergi ke taman tempat spesial aku dan dimas. Setiap tahun, ketika aku dan dimas berulang tahun kami slalu melepaskan lampion di tempat ini. Kami slalu disini merayakannya.

Hujan turun begitu deras. Dan aku tetap duduk di tegah derasnya hujan. Ini pertama kali aku tidak suka hujan. Ini pertama kali aku menangis, disaat hujan turun. Aku berjalan dengan hujan yang masih turun deras.  Akupun masih menangis di tegah hujan yang deras.

Saat aku berjalan di tengah hujan yang begitu deras. Aku mulai merasakan badan ku sangat lemas. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk berdiri dan berjalan kembali. Tiba tiba aku merasa hujan sudah tidak turun membasahi aku. Ternyata, ada seseorang yang menaruhkan payungnya kepada ku. 
Aku tidak tau siapa pria itu. Saat pria itu memayungi diri ku. Aku langsung pingsan di dadanya.

Saat aku masih pingsan. Dia membawa ku ke rumah ku. Dan dia menggendong ku ke kamar. Dia selimuti seluruh tubuh ku dengan selimut penghangat. Saat aku sadar. Aku sangat bingung. Mengapa aku bisa sampai dirumah? Siapa yang membawa ku kerumah?

Hanya sedikit yang bisa ku ingat saat malam itu. Aku tidak tau siapa pria yang telah membawaku ke rumah dan menyelimuti ku dengan selimut penghangat dan membuatkan ku sarapan yang masih hangat. Dan pria itu juga meninggalkan sebuah kotak kado, yang berada di samping ku dan di kado itu tertinggal sebuah surat ucapan  selamat ulang tahun yang tertulis untuk ku. Tapi, surat dan kado itu tidak ada nama pengirimnya. Kado itu berisi hadiah kotak musik yang sangat indah. Aku berfikir itu semua dari dimas. Dan dimas yang telah membawaku pulang.

Saat aku ingin masuk ke sebuah mall. Aku melihat kak kenzo. Aku langsung menghampirinya dan memanggil nya. Dan aku langsung memeluknya. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan diri ku. Rasanya aku begitu nyaman saat memeluk kak kenzo.

Kami duduk di caffé dan bercerita. Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan kak kenzo. Sudah bertahun tahun lamanya, aku tidak bertemu dengannya.

“ kamu ada masalah disini?” tanya kak kenzo. Aku hanya menggelengkan kepala ku.
“ terus kalau kamu gak punya problem. Kenapa wajah kamu sedih? Kamu ke sini dengan siapa?” tanya kak kenzo lagi.
“ aku gak apa apa kak.” Ucap ku tersenyum.
“ aku sendiri kesini.”
“dimas?” tanya kak kenzo.
“ dimas ada di amerika. Dia kerja disana. Jadi aku tinggal sendiri disini.”
“ oh,ya. Mama dan papa sudah bercerai.” Kata kak kenzo.
“ apa?!” kata ku terkejut saat mendengarnya. Aku tidak tau harus bahagia atau sedih saat mendengar itu. Aku sangat bingung harus bagaimana saat mendengarnya. Semoga dengan perceraian mama dan papa. Mama akan lebih bahagia lagi.
“ ini kan yang kita bertiga inginkan. Mama dan papa sudah bercerai. Mama tinggal di bandung sekarang. Mama sering masuk rumah sakit sekarang. Kapan kamu melihat mama?”
“ setelah aku wisuda nanti. Aku tinggal bersama mama.” Ucapku. Kak kenzo melihat jam tangan nya. Dan berdiri dari kursi nya. Akupun berdiri.
“ kakak pergi dulu ya.”
“ kak.” Panggilku saat kak kenzo ingin membalikkan badannya.
“ iya.”
“ bulan depan kakak datang ya di acara wisuda aku.” Kata ku dengan senyuman manis ku. Tiba tiba aku memeluk kak kenzo kembali. Rasanya, aku tidak menginginkan kak kenzo untuk pergi meninggalkan ku.

Saat aku sampai di rumah. Aku mendapatkan sebuah bungkusan kado yang terletak di depan pintu rumah ku. Aku membawa masuk kado itu. Aku buka. Di dalam kado itu terdapat surat. Dan kado itu berisi sebuah hadiah boneka teddy bear coklat yang sangat lucu. Aku suka sekali. Ternyata saat aku membuka kado itu. Kado itu pemberian dari dimas. Berarti kotak musik yang aku dapatkan itu bukan dari dimas. Dan yang membawa ku kerumah bukanlah dimas melainkan gevin.

Mereka masih mengingat hari ulang tahun ku. Mereka tidak lupa. Walaupun mereka pergi dari kehidupan ku. Hanya boneka teddy bear dari dimas dan kotak musik yang indah dari gevin. Hanya itu yang bisa membuat ku sedikit tenang dan nyaman. Kini, tidak ada yang memberi ku bunga untuk ku. Semenjak mereka pergi. Aku tidak pernah mendapatkan bunga dan membeli bunga lagi.
Setiap hari aku slalu bercerita dengan boneka teddy bear dimas dan diiringi oleh kotak musik gevin yang slalu mengingatkan diriku tentang diri mereka berdua.

Sebulan sudah. Hari ini aku akan wisuda. Aku menunggu mereka datang. Menunggu semuanya hadir di acara yang begitu bahagia. Aku menunggu mereka datang. Begitu lama aku menunggu mereka semua. Tapi, tak ada satupun yang datang. Aku pergi sendiri dalam acara wisuda ku. Hati ku begitu kecewa.

Saatnya giliran aku diwisuda. Aku melihat kak kenzo dan shiren sepupu ku plus sahabat ku. Mereka datang dalam acara wisuda ku. Aku bahagia sekali mereka bisa hadir. Walaupun mama, papa dan kak alvin, dimas dan gevin tidak ada. Aku sudah sangat bahagia dengan kedatang mereka berdua. Aku tersenyum lebar saat melihat mereka datang.

Setelah acara wisuda selesai. Kami berfoto foto. Dan kami merayakannya dengan acara dinner bertiga. Di restoran yang sangat mewah.

Di tengah dinner kami. Kak alvin menelefon ku. Fikir ku, kak alvin ingin memberiku ucapan selamat. Ternyata tidak. Dia memberi tau ku. Bahwa mama sedang dalam keadaan kritis. Saat aku mendengar itu semua dari bibir kak alvin. Aku sangat terkejut dan langsung menjatukan handphone yang aku ngenggam. Dan senyuman ku semakin hilang dan berganti tetesan air mata yang jatuh dari pipi ku. 
Kak kenzo dan shiren terkejut saat aku menjatuhkan handphone ku dan melihatku meneteskan air mata. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan dari kak kenzo dan shiren. Kak kenzo mengambil handphone ku yang terjatuh dari genggaman ku.

“ hallo.” Kata kak kenzo saat mengambil handphone ku. Kami langsung pergi ke bandara. Kami pergi naik pesawat jet pribadi agar cepat sampai di jakarta.

Saat kami sampai di rumah sakit. Keadaan mama semakin memburuk. Mama masih ditangani oleh dokter. Kami menunggu. Keadaan yang dingin semakin lama semakin panas. Kak alvin tiba tiba marah kepada papa.

“ ini semua gara gara papa! Papa slalu sakiti mama. Apa salah mama pa!” kata kak alvin marah.
“ ini bukan semuanya salah papa. Papa tau papa salah. Papa menyesal!” ucap papa dengan mata yang sudah menahan air matanya.
“ semua sudah terlambat. Untuk apa papa menyesal. Semua telah terjadi begitu lamanya. Dan papa baru sadar sekarang.” Ucapku menangis.

Tiba tiba dokter keluar dari ruangan mama. Dan dokter bilang. Mama telah pergi untuk selamanya. Dan meninggalkan kami bertiga untuk selamanya. Aku sangat menyesal sekali. Karna, slama ini aku tidak bisa melindungi mama dari papa. Aku menangis dan langsung masuk ke ruangan mama.

“ ma, freya  undah jadi sarjana ma. Kenapa mama tinggalin frey dan kakak ma. Kenapa mama tinggalin kami bertiga ma. Maafkan frey ma. Slama ini frey gak pernah pulang kejakarta dan melihat mama. Dan maafkan frey jika selama ini frey gak pernah melindungi mama dari papa.” Ucap ku menangis dengan punuh penyesalan. Dan begitu juga dengan papa dan kedua kakak ku.

Saat di pemakaman. Aku melihat dimas yang menghadiri kematian mama ku. Aku melihatnya saat pemakaman mama. Dia juga melihat ku yang sangat sedih. Setelah semua nya pergi. Aku masih di pemakaman mama. Aku tidak bisa pergi. Dimas juga meninggalkan aku. Kak kenzo dan kak alvin memegangku dan mengajak ku untuk pulang kerumah.

Setelah beberapa hari kepergian mama. Aku masih belum bisa menerima semuanya. Aku masih terpuruk. Sudah beberapa hari aku tidak keluar kamar. Aku slalu di kamar. Saat aku duduk dipinggir tempat tidur sambil memegang foto mama dan menangis. Seseorang duduk disamping ku dan memberi ku sebuah saputangan. Ternyata dia adalah dimas. Aku langsung memeluknya. Dia menghapus air mata ku dengan sapu tangan nya. Sehabis itu dia pergi meninggalkan ku.

Dua minggu, aku tinggal di jakarta. Setelah rumah telah sunyi dan sepi. Aku memilih untuk balik ke belgia kembali. Aku belum bisa menerima semua yang terjadi. Shiren ikut dengan aku.

Semenjak atas meninggalnya mama dan kisah cinta ku yang berantakan. Aku lebih sering diam. Dan aku juga sering menangis sendiri tanpa sebab. Aku sering merasa kesepian di dalam jiwa ku. Dan setelah aku, mengetahui bahwa gevin akan menikah dengan dera sahabat ku. Aku smakin terpuruk oleh kabar itu. Cinta ku yang bertepuk sebelah tangan. Sementara ada orang yang sangat mencintai diri ku. Aku bingung dengan kisah percintaan ku.

Tiga hari sebelum pernikahan gevin dan dera. Shiren pergi datang ke acara gevin yang acara resepsinya akan di adakan di carlifornia. Aku tidak ikut dengan shiren. Aku pergi ke london. Untuk menenangkan diri ku yang gulana. Aku berbohong pada shiren. Aku bilang padanya, bahwa aku pergi ke london ada tawaran kerja. Sebenarnya tidak.

Di carlifornia. Dimas dan shiren bertemu di hotel tempat mereka menginap. Shiren melihat dimas sedang berkelahi dengan calon suaminya dera yaitu gevin. Shiren langsung memisahkan mereka berdua yang sudah babakbelur.

“ kenapa kalian bertengkar? Ada apa dengan kalian.”tanya shiren kepada mereka berdua saat disidang shiren. Mereka berdua menjelaskan semuanya kepada shiren.

“ apa dera tau?” tanya shiren setelah mendengar semua penjelasan mereka. Gevin hanya menggelengkan kepalanya.
“ gue, mohon ren. Loh pergi ke london. Jaga dia.” Kata dimas.
“ oke. Aku akan pergi ke london. Dan aku akan jaga dia.”
“ maaf, aku gak bisa datang ke acara pernikahan kamu sama dera.” Kata shiren kembali lagi.

shiren pun, langsung pergi kebandara dan berangkat ke london. Shiren langsung pergi ke hotel tempat aku menginap. Saat aku membuka pintu. Aku terkejut melihat shiren tiba tiba berdiri di depan pintu kamar hotel ku. Dan tiba tiba shiren langsung memeluk ku. Aku sangat bingung dengan kedatangan shiren dan tiba tiba shiren memeluk ku.

Shiren langsung mengajak ku keluar. Dan kami pergi ke taman kota dan duduk duduk disana. Aku hanya terus diam sambil melihat orang orang yang bahagia bersama pasangan hidupnya dan keluarganya.

“ aku tau, sebenarnya loh ke London bukan ada panggilan kerjaan kan?” ucap shiren membuka pembicaraan.
“ bukan urasan loh.” Ucap ku.
“ aku sudah tau semuanya. Cinta segitiga kan?” kata shiren.
“ gue gak mau bahas masalah itu.” Ucap ku yang sedikit kesal.
“ aku balik ke hotel.” Ucap ku pergi meninggalkan shiren sendiri di taman kota.

Saat di hotel, shiren slalu memaksa ku untuk membahas masalah percintaan ku. Padahal, aku tidak 
ingin membahas dan mengingatnya kembali.

“ gue ingin loh yang dulu. Freya yang dulu. Yang slalu tersenyum, tertawa dan bahagia. Frey yang slalu riang. Bukan frey yang slalu menangis dan merenungu nasibnya.” Kata shiren saat dia duduk di samping ku.

“ frey yang dulu telah hilang di makan usai nya waktu yang berjalan. Frey yang dulu telah tiada. 
Hidupnya berubah tidak seperti dulu lagi. Kisah hidupnya dan kisah percintaannya yang berantakkan. Kebahagian yang dia miliki dulu telah hilang di makannya massa dan waktu yang terus berjalan. Dan jangan berharap frey yang dahulu kembali. Karna dia tidak akan kembali seperti dahulu lagi.” Ucap ku menangis.
“ sekarang loh pergi dan loh harus datang ke acara penikahannya gevin dan dera. Gue mohon. Gue gak akan melakukan hal bodoh. Gue mohon iren.” Ucap ku kembali pada nya.
“ gue gak akan pergi. Sebelum loh mau ikut ke carlifornia dengan gue. Kalau loh ingin gue datang ke acara pernikahannya dera besok.” Ucap shiren yang ikut menangis dengan ku. Diapun, memeluk ku.

Akupun, ikut pergi dengan nya. Aku tidak ingin hubungan persahabatan aku dengan dera berantakan dan berakhir gara gara sebuah cerita cinta. Aku terpaksa harus ikut dengan shiren. Walpun, hati ku sangat berat untuk pergi kesana.

Di carlifornia, aku dan iren tinggal di villa milik dimas. Tapi, di villa itu tidak ada dimas. Mungkin saja dimas masih kecewa. Makanya, dia tidak ingin bertemu dengan ku. Walpun begitu, aku slalu menunggunya dan berharap dia datang di kehidupan ku kembali.

Aku tidak bisa datang ke acara pernikahan dera dan gevin. Hati ku belum bisa menerima semua nya. Aku hanya di villa milik dimas. Dan berdiam sambil menangis merenungi sebuah nasib.

Selama seminggu aku dan shiren tinggal di carlifornia. Dan sehabis itu, aku pergi keliling dunia. Untuk menghabiskan sisa hidup ku tanpa, sebuah arti kehidupan. Hampir seluruh dunia ku jelajahi tanpa tujuan. Hanya untuk melampiaskan kesedihan yang ku miliki. Tak selamanya, shiren ikut dengan ku keliling dunia bersama ku menghabiskan waktu tanpa arti. Aku telah putus asa dengan hidup ku. Rasanya, diri ku hampir gila. Setahun, aku menjalani hidup begitu. Tanpa tujuan, dan arti kehidupan. Dan di tambah lagi. Papa akan menikah dengan wanita yang telah membuat papa berubah dan membuat mama meninggal. Aku tidak bisa menerima itu semua.

Dan aku memutuskan untuk balik ke belgia. Selama setahun itu. Aku tidak pernah bertemu dan mendapat kabar tentang dimas. Dan semuanya hilang dalam sekejap mata.

Setelah aku memutuskan untuk balik ke belgia. Aku juga memutuskan untuk bekerja disana. Aku tidak tau harus kemana lagi. Dua hari aku bekerja, aku sudah keluar dari pekerjaan ku. Karna, aku masih belum bisa untuk konsen kepekerjaan. Aku masih sering melamun dan pekerjaan ku semua tidak ada yang beres.

Hujan turun begitu deras. Aku tetap berjalan di tegah turunnya hujan. Aku merasa diri ku semakin tidak berguna untuk hidup. Saat aku ingin menyebrang jalan. Tiba tiba mobil yang berkelajuan kencang langsung menghampiri ku dengan hitungan detik.

Selama dua hari aku tidak sadarkan diri. Aku merasa bingung saat aku membuka mata ku. Saat aku membuka mata ku. Aku melihat shiren yang berada di samping ku. Slama aku tidak sadarkan diri, shiren dan kak kenzo menemani ku.

“ iren… kakak.” Kata ku saat membuka mata ku melihat mereka.
Dua hari sudah aku, dirawat. Dan keadaan ku sudah mulai pulih kembali. Sampai sekarang papa tidak datang datang untuk melihat ku. Papa sudah melupakan aku di kehidupannya.
“ ada yang ingin bertemu dengan kamu.” Kata kak kenzo. Iren pun memanggilkannya dan menyuruhnya masuk. Seorang pria yang membawa bunga mawar yang indah dan membawa boneka taddy bear yang lucu. Tapi, aku tidak mengenali pria itu.
“ kamu siapa?” tanya ku saat pria itu berdiri tepat disamping ku.
“ aku dimas. Ini aku bawakan bunga dan boneka kesukaan loh.” Ucap nya memberi ku bunga dan boneka.

Saat dia memberikan ku bunga. Aku mengingat sesuatu. Tapi, begitu cepat yang terlintas di ingatan ku. Dan kepala ku semakin sakit saat aku memaksa untuk mengingat semuanya. Aku menjerit dan menyampakkan bunga dan boneka yang dia beri pada ku. Aku marah marah tak menentu seperti 
orang sakit jiwa.

“ gue gak pernah kenal yang namanya dimas…!!!” jerit ku marah marah sambil memegang kepala ku yang semakin sakit. Saat dia memeluk ku. Semakin lama aku merasa nyaman dan aku menjadi tenang. Aku merasakan pelukkan yang begitu tulus dan hangat.

Aku tidak tau, kenapa aku tidak bisa mengingat dia dan foto pria yang mereka tunjukkan pada ku. Hanya mereka berdua yang tidak bisa aku ingat. Saat aku berusaha mengingatnya, kepala ku terasa 
sakit. Aku bingung apa yang terjadi dengan diri ku sebelum nya.

Empat hari sudah aku dirawat. Dan hari ini, aku diperbolehkan untuk pulang. Pulang ke villa, bukan ke jakarta. Aku tidak ingin untuk balik ke jakarta dan tinggal disana kembali. Kak kenzo mendorong kursi roda ku ke kamar ku. Aku tidur dan istirat di kamar ku. Ada sedikit yang ku ingat. Tapi, begitu cepat yang terlintas.

Kak kenzo tidak bisa lama untuk menemani ku di sini. Dia harus pergi ke wanghsinton. Dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dan dia juga sibuk dengan persiapan pernikahannya yang akan di resepsikan dua bulan lagi.

Sekarang, tinggal shiren dan pria itu (dimas). Mereka merawat ku. Aku berusaha untuk mengingat semua ingatan ku tentang dimas dan gevin. Tapi, itu sangat sulit bagi ku.

“ apa loh, sudah mengingat semuanya?” tanya iren saat mengajakku berjalan jalan. Aku hanya menggelengkan kepala ku.
“  apa yang pernah terjadi dengan aku, dimas dan gevin?” tanya ku.
“ loh, pasti bisa mengingat semuanya kembali.”

Setiap hari dimas slalu mengajak ku ke tempat yang sering kami kunjungi. Yang katanya aku dan dia sering ketempat itu. Semua tempat spesial aku dan dimas. Saat dimas mengajak ku ke sebuah taman yang indah. Dan  dimas mendorong kursi roda ku ke kursi taman. Dan penuh dengan lampion. Aku mengingat sesuatu. Saat aku dan dimas melepaskan lampion. Aku semakin mengingatnya. Dan saat dimas memberi ku boneka taddy bear coklat dan kotak musik. Kepala ku terasa sakit sekali. Aku pun pingsan.

Saat aku sadar dari pingsan. Mereka menanyak tentang ingatan ku. Akupun menjawab tidak. Aku bilang pada mereka bahwa aku belum mengingat apapun sedikitpun tentang dimas dan gevin. Dimas pun pergi keluar saat telfon nya berdering. Dan sekarang hanya ada aku dan shiren yang berada dikamar ku.

“ ren, aku tadi bohong.” Ucap ku.
“ maksudnya?” tanya iren bingung.
“ aku sudah ingat semuanya.”
“ apa?! Loh udah ingat semuanya?”
“sssttt… pelankan sedikit volume nya. Jangan beritau siapa siapa. Aku mohon.”

Dimas tidak henti hentinya slalu mengajakku ke tempat spesial kami. Aku merasakan kehadiran dimas kembali. Merasakan kebahagian yang telah lama hilang dan kini hadir di kehidupan ku kembali. Dan ini pertama kali aku kembali tersenyum dan tertawa lagi. Aku baru sadar sebagian hidup ku adalah dimas. Setahun aku menjalani hidup tanpa nya dan tanpanya, hidup ku begitu hampa. Dan sekarang semua telah kembali. Dimas adalah malaikat dalam hidup ku.

Saat semua telah bangun dan pergi ke meja makan. Untuk sarapan. Tapi, dimas belum juga muncul utuk sarapan bersama.

“ dimas mana?” Tanya ku pada shiren.
“ oh ya, dia pergi ke paris. Katanya, ada pekerjaannya yang sangat penting.” Kata iren.
“ apa dia akan kembali lagi?” Tanya ku merasa sedih. Shiren hanya mengangkat bahu nya dan terus melanjutkan sarapan nya.

Entah mengapa aku langsung tidak selera makan. Aku pergi dari meja makan dan mendorong kursi roda ku ke jendela kaca besar. Aku duduk dan memandang ayunan yang terayun oleh angin dan bunga mawar yang tertiup oleh angin angin kecil. Aku mengingat memori yang pernah ku lalui bersama dimas.

“ baru sadarkan.” Kata shiren tiba tiba.
“ ya.” Ucap ku.
“ tanpa ku menyadarinya. Dimas telah di dalam jiwa dan kehidupan ku. Dan dia telah masuk kedalam hati ku yang sangat dalam tanpa aku menyadari nya. Aku merasakan kehilangannya kembali.”
“ sekarang, setelah loh sadar. Apa yang ingin loh lakukan?” Tanya shiren.

Besok harinya. Aku dan shiren langsung pergi ke paris. Aku ingin bilang padanya. Bahwa aku mencintainya. Dan aku ingin hidup bersamanya untuk slamanya. Kini, aku sadar. Slama ini aku kehilang sosok yang tanpa ku sadari masuk di dalam jiwa, raga, dan hati ku. Slama setahun ini, aku bukan kehilangan gevin. Tapi, aku kehilangan dimas. Dan sekarang aku juga tidak ingin kehilangannya kembali untuk kedua kalinya.

Biasanya, di sore hari. Dimas ada di tempat object wisata yang ada di paris. Aku datang berjalan, menghampirinya. Dan sekarang, aku tepat berdiri di sampingnya.

“ ini.” Kata ku sambil memberinya secangkir kopi.
“ freya. kamu kok bisa disini.”ucap dimas begitu heran.
“ kamu udah bisa jalan?” Tanya nya lagi. Akupun menganggukkan kepala ku sambil tersenyum lebar padanya. Setelah dua menit kami saling diam. Akupun membuka pembicaraan.
“ tempat ini, masih indah saja ya. Kamu ingat gak. Nama kita, kita tulis di Jembatan Archevêché.”
kamu udah ingat aku?!” Tanya dimas.
“ aku udah ingat semuanya. Semenjak kamu ajak aku melepaskan lampion itu dan aku pingsan. Saat aku sadar, aku udah ingat semuanya. Maafkan, aku sudah bohong.” Ucap ku sedikit merasa bersalah.
“ oh ya. Ini.” Kata ku sambil memberikan dimas sebuah amplom merah. Dan dimas membukanya dan membacanya.

“ apakah setahun yang lalu itu masih berlaku?” Tanya ku saat dimas belum selesai membaca surat yang ku beri. Dimas pun tersenyum lebar sambil melihat ku. Dan  dia langsung memelukku.

Hati ku senang sekali. Kami berdua langsung pergi Naik Kapal Layar di Sungai Seine dan makan malam disana. Sekarang, aku dan dimas telah jadian. Kami telah menjadi seorang kekasih. Akupun menetap tinggal di paris dan bekerja disana. Dan dimas juga bekerja disana.
                                                                    OOO

Dua tahun enam bulan sudah kami berpacaran. Dan rencananya, di tahun depan kami akan menikah. Dan kami akan hidup bahagia.tidak terasa kami telah menjadi sepasang kekasih selama dua tahun enam bulan.

Saat jam pulang kantor. Dimas mengirim SMS pada ku. Dia ingin mengajak ku makan malam di Sungai Seine. Suasananya begitu romantis. Suara biola yang begitu menghayat hati dan jiwa ku. Dan disana banyak bunga mawar yang indah. Disana dimas, melamar ku.  Dan kami akan segera menikah 
di tahun depan.

Aku dan dimas merasa ada yang aneh. Semua lampu villa hidup. Dan pintu rumah tidak terkunci. Aku dan dimas pun berhati hati masuk kedalam rumah. Kami berpencar. Aku mencari ke arah belakang villa dan dimas mencari di kamar dan di lantai atas villa.

Aku melihat meja dapur dengan keadaan yang sedikit berserak. Dan ketika aku melihat ke meja makan. Ternyata, shiren dating ke paris. Dan masakkan yang sudah terhidang di meja makan adalah masakan dari shiren. Aku dan dimas terpaksa harus makan lagi. Walaupun perut sudah begitu kenyang.

Sudah seminggu shiren tinggal bersama ku. Saat aku turun untuk sarapan. Dimas dan shiren tidak ada di meja makan.  Aku pun mencari mereka di kamar meraka masing masing. Tapi, mereka juga tidak ada. Aku pun menelefon mereka berdua tapi, tidak ada yang mengangkatnya.

Aku tidak tau mereka pergi kemana. Akupun langsung pergi ke kantor. Saat aku pulang shiren dan dimas juga belum balik ke villa. Malam sudah hamper larut. Aku mendengar suara mobil. Aku langsung lihat dari jendela. Sudah terparkir mobilnya shiren. Akupun turun ke bawah.

“ dari mana aja sih? Dimas mana?” Tanya ku kesal.
“ dimas ada urusan di amerika.” Jawab shiren.
“ ini. Sebelum dia pergi. Dia titip kan bunga ini sama gue. Dan bunga ini untuk loh.” Kata shiren sambil member ku bunga mawar dari dimas.
“ thanks.” Ucap ku.

Akupun naik ke atas dan masuk ke kamar. Di bunga itu terdapat surat. Dia bilang bahwa dia pergi ke amerika dan tugas disana selama tiga bulan. Saat aku membaca surat itu. Aku merasa sedih. Karna, beberapa bulan ini dimas tidak ada.

Tiga bulan sudah berlalu. Dan kini, dimas kembali hadir di kehidupan ku. Bahagia sekali hati ku saat melihatnya telah hadir di kehidupan ku kembali. Akupun langsung memeluknya dengan penuh rasa kangen. Tapi, ada yang aneh dengannya. Rambutnya botak. Aku tertawa saat melihat rambutnya botak.

“ dimas. Rambut kamu.” Ucap ku sambil tersenyum.
“ ko ketawa sih kamu. Kan aku lebih ganteng botak.” Katanya sambil mengganggu ku.

Malamnya dimas mengajak ku kencan. Dan disana, dia mengajak ku untuk menikah. Dan bulan depan kami akan menikah di belgia. Bahagia sekali aku, ketika dimas mengajak ku untuk menikah.
Setiap hari, sepulang dari kerja. Kami pergi untuk menyiapkan semua kebutuhan pernikahan kami yang akan di resepsikan pada bulan depan. Setelah fiting baju pernikahan. Tiba tiba dimas jatuh pingsan. Aku sangat panic saat melihatnya jatuh pingsan.

Minggu ini, dimas harus pergi ke London. Karna ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Dan beberapa hari kedepan. Aku sendiri yang harus mempersiapkan untuk acara pernikahan kami.
Saat aku berjalan di trotoan jalan. Aku menabrak seseorang. Dan majalah majalah foto baju pernikahan dan undangan pernikahan ku terjatuh. Orang itupun membantu ku memebereskannya. 
Saat dia mengambil udangan pernikahan ku. Saat aku ingin berterima kasih padanya. Ternyata orang itu adalah gevin.  Aku langsung pergi meninggalkannya. Karna, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi.

Dia menarik tangan ku saat aku ingin pergi meninggalkannya. Dan dia mengajakku ke Jembatan Archevêché.

“ aku menyesali semuanya. Aku begitu bodoh.” Ucap gevin memulai pembicaraan.
“ semua telah terjadi. Waktu tidak dapat di undur. Penyesalan bukan jalan satu satunya.” Ucap ku.
“ sampai saat ini, aku tidak bisa untuk mencintainya. Aku hanya cinta dengan kamu. Aku tidak bias menghilangkan rasa ini. Sejak kita bertemu.”
“ dulu, aku memang mencintai mu. Tapi, sekarang rasa cinta itu sudah hilang. Aku sadar, kalau kau memang bukan cinta sejati ku. Dan sekarang. Aku akan menikah dengan dimas. Aku mohon. Jangan ganggu kehidupan aku lagi.” Ucap ku langsung meninggalkan gevin.

Shiren datang saat aku masih sibuk sibuknya mengurus pekerjaan. Dia ingin mengajak ku mengobrol. Tapi, aku tetap saja sibuk dengan pekerjaan ku.

“ frey. Aku mohon. Dengar aku sebentar.” Kata shiren yang sudah aku kacangi dari tadi.
“ oke. Loh mau bicara apa?” ucapku berhenti mehilat layar monitor laptop dan sekarang mata ku 
beralih melihat shiren.
“ gue mohon. Loh harus ikut gue sekarang.”
“ tapi, aku masih sibuk.”
“ jika loh tidak mau ikut dengan gue. Loh akan menyesal.”
“ oke gue ikut loh.”

Kami pun langsung pergi ke bandara. Dan kami langsung terbang ke amerika. Setelah sampai disana. Shiren membawa ku kerumah sakit. Aku merasa sangat bingung saat shiren membawa ku ke rumah sakit.

“ frey. Kenapa ke rumah sakit? Siapa yang sakit?” Tanya ku penasaran.
“ ikut gue aja.”

Aku terus mengikuti langkah kaki nya shiren.  Dan kini, langkah kakinya telah berhenti di sebuah depan pintu. Dan dia membuka pintu itu. Akupun mengikuti langkahnya kembali. Saat aku ikut masuk. Dan melihat seseorang terbaring koma dengan alat bantuan agar dia bisa hidup. Aku tidak percaya saat melihatnya. Tanpa ku menyadarinya. Kaki ku melangkah ke tempat dimana seseorang itu terbaring koma. Seseorang itu adalah dimas. Aku tidak percaya bahwa itu dimas. Setelah aku memegang tangannya. Aku sadar. Bahwa orang yang terbaring koma di depan ku adalah dimas.
Air mata ku jatuh di pipi ku. Percaya dan tidak percaya. Bagaikan sebuah mimpi buruk. Mimpi yang sangat buruk. Aku terus meneteskan air mata. Tak sepatah kata pun aku ucapkan. Aku tidak tau apa yang harus ku ucapkan. Yang bisa ku lakukan hanya lah menangis. dan mengingat semua memori yang pernah ku lalui bersamanya.

Kini, dia telah pergi untuk slamanya. Aku menangis begitu histeris. Dan aku tidak bisa menerima semuanya saat dia pergi meninggalkan aku.

“ DIMASSS…!!!” ucapku saat dimas telah pergi.
“ dimasss… bangunnn!!!”
“ jangan tinggalkan akuuu!!!”

 Dan dia akan dimakamkan di jakarta. Setelah pemakaman selesai dan semua orang telah pergi. Aku masih dipemakamannya dan menangis disana. Shiren dan gevin berdiri menemani ku. Gevin ikut berada disamping ku. Dan dia memegang kedua bahu ku. Dan dia mengajak ku untuk balik ke rumah.
Saat aku ingin meninggalkan pemakaman dimas. Aku melihat kebelakang melihat pemakamannya yang sulit untuk aku tinggalkan.

Sudah empat hari ini. Aku mengurungkan diri ku di kamar. Aku belum bisa menerima semua yang terjadi dalam hidup ku. Kenapa orang yang aku cintai dan aku sayangi harus pergi secepat ini? Aku tidak tau bagaimana aku bisa hidup tanpa nya. Hanya dia yang bisa membuatku berarti di dunia ini. 
Hanya dia yang bisa membuat aku bahagia dan tersenyum. Hanya dia yang slalu berada disamping ku saat aku suka dan duka. Pelukan hangatnya dan kasih sayangnya yang membuat diri ku merasakan ketenangan dalam jiwa.

Kini, aku telah balik ke paris kembali. Sebenarnya, aku tidak ingin balik ke kota ini. Karna banyak sekali kenangan indah ku bersamanya. Entah mengapa aku melangkahkan kaki ku ke sungai saine. Disana aku melihat saat dimas melamar ku. Tetesan air mata telah jatuh membasahi pipi ini. Dan kaki ku juga melangkah ke Jembatan Archevêché.

Hari ini, adalah hari pernikahan aku dan dimas. Jika dimas masih hidup. Aku akan menikah bersama nya dan bahagia bersama. Tapi, takdir berkata lain. Tuhan menjemputnya lebih awal. Tuhan telah membawanya ke surga yang begitu tenang.

Akupun memakai baju pernikahan yang telah kami pesan sejak beberapa minggu lalu. Dan kini, gaun itu telah jadi. Begitu indah gaun itu saat aku menggunakannya. Aku berdiri bercermin dengan menggunakan gaun pengantin ku.

“ dimas. Aku sangat cantik dengan memakai gaun pernikahan kita. Hari ini kita akan menikah dimas.” Kata ku sendiri sambil tersenyum senyum sendiri yang terus bercermin.

Terpandang aku foto dimas yang aku pajang di dinding kamar ku. Kaki ku menuju ke foto tersebut. Tangan ku mulai menggapai foto itu. Aku pandangi fotonya dan air mata ku jatuh di foto dimas.

“ dimas. Hari ini kita akan menikah. Kita akan menikah!”
“ DIMAS!!!” jerit ku sambil melempar foto dimas.

Kak kenzo lagsung masuk ke kamar ku saat dia mendengar pecahan kaca dan jeritan ku. Saat dia tepat di depan ku. Aku menatapnya dengan mata yang telah berlinang air mata jatuh di pipi ku.

“ dimas. Dimas masih hidupkan kak. Dimas belum meninggalkan kak!”
“ hari ini aku akan menikah dengan dimas kan kak!” ucapku menangis lagi. Kak kenzo mengajakku untuk duduk di pinggir tempat tidur ku.

“frey. Dengar kakak. Lihat kakak.” Ucapnya menatap mata ku yang terus mengalirkan air mata.
“ dimas telah pergi untuk selamanya. Dia berada di surga yang sangat tenang disana. Dia sudah bahagia disana. Dan dia juga ingin melihat kamu bahagia disini. Takdir berkata lain. Biarkan dimas tenang disana. Dia akan slalu ada disamping kamu. Karna dia slalu ada di dalam hati kamu. Kalau kamu terus terusan begini. Dimas gak akan bahagia disana. Dia akan ikut sedih. Kamu gak ingin dimas sedih juga kan? Kakak tau apa yang kamu rasakan saat ini. Kakak sangat tau.” Kak kenzo langsung memeluk ku. Dan pelukan kak kenzo membuat ku merasa nyaman dan tenang.

Semenjak saat itu. Aku sudah mulai bisa menerima semuanya. Perlahan lahan aku sudah bisa untuk tidak berlarut larut dalam kesedihan. Dan hari ini aku, kak kenzo, dan istri kak kenzo akan berangkat ke belgia. Disana kak kenzo dan istrinya akan tinggal.

Sudah dua minggu aku di belgia dan tidak keluar dari villa. Karna, aku takut. Ketika keluar dari villa. Aku takut mengingat semua kenangan yang bisa membuatku tidak bisa menerima semua kenyataan yang harus ku jalani. 

Dan hari ini. Aku memutuskan untuk pergi keluar. Karna malam ini. Adalah malam ulang tahunnya dimas. Aku pergi kesubuah taman tempat biasa kami. Disana aku menerbangkan surat yang sudah aku tulis sebelum aku ke luar dari villa.

Di antara bintang bintang yang bersinar. Aku yakin ada dirimu disana. Slamat ulang tahun dimas. Trima kasih telah menjadi malaikat di kehidupan ku slama ini. Terima kasih atas apa yang telah loh berikan semuanya kepada ku slama ini. Terima kasih telah mengisi hari hari ku dengan sebuah senyuman. Terima kasih telah membuat banyak kenangan indah di dalam hidup ku. Tunggu aku disana ya. Aku ingin tau bagaimana tenangnya di surga. Aku yakin, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali. LoVe YoU dimas. Miss YoU. Ucap ku dalam hati ini saat melepaskan dan melihat lampion yang aku terbangkan bersama surat yang aku tulis untuk dimas.

Dan malam itu juga aku langsung pergi kebandara. Karna aku telah memutuskan untuk tinggal di korea bersama kak alvin. Menurut ku. aku akan lebih nyaman di korea. Walaupun tidak begitu bayak kenangan.

Sudah dua bulan aku tinggal di sini bersama kak alvin. Aku merasakan kenyaman. Dan aku juga sudah mulai beraktifitas seperti biasanya. Aku juga sudah bisa untuk menerima semua keadaan hidup ku. menerima kepergian mama dan dimas di dalam kehidupan ku. dan menerima papa dengan istri barunya. Aku akan slalu bersyukur dengan kehidupan ku. karna, dengan aku bersyukur. Aku slalu merasakan kebahagiaan.

SELESAI







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biarkan kami tahu kamu di sana... ;)