Selamat datang di Kumpulan Cerpen Remaja dan Anak! Silahkan mengunjungi satu per satu cerpen dari para penulis kami!
Bisa mulai ditelusuri dari Authors yang berisi profil kami, kemudian Become Author untuk mengirim karya atau pun menjadi penulis tetap. Melanjutkan atau malah langsung menuju Daftar Cerpen yang berisi cerpen terposting di blog lama maupun baru pun oke. Ada yang kurang? Tanyakan di Information. Berkelana sesuka hati saja, deh! Welcome!
Welcome to KCRdA weblog | take parcitipate with us | read stories | comment | send stories
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Ibu..Maaf! - Cerpen

Ibu..Maaf!
Karya Anzar Priambada

Suatu sore yang berbeda tampak langit sangat gelap tanpa cahaya, percikan kilat berkeluaran, yah hari pertama datangnya hujan yang sudah lama ditunggu banyak orang.Disuatu tempat ada seorang ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya Lisa. dicuaca yang menakutkan ini Lisa juga belum pulang ke rumah. Lisa adalah anak berusia 17th yang baru mengenal kehidupan remaja. Lisa adalah anak tunggal yang hanya tinggal berdua dengan ibunya setelah ayahnya meninggal 1.5 tahun yang lalu.Awalnya Lisa anak yang sangat baik dan penurut, tetapi sejak ayahnya meninggal dan ekonomi keluarga Lisa yg kesusahan Lisa berubah ia sering mengabaikan ibunya selain itu lisa sering kluyuran tanpa pamit ibunya.

Minggu, 01 November 2015

Always With Best Friends - Cerpen

Always With Best Friends
Karya Nur Wahida Majid

Cerpen
Nur Wahida Majid
Always Forever With Best Friends
09.00 WITA….
Hari ini aku berangkat bersama ayah ke sekolah untuk mengambil formulir pendaftaran calon siswa baru. Saat sampai, aku bejalan dengan mengenakan seragam osis, dan rok biru dengan membawa tas. Letak sekolahnya kurang lebih 3km dari rumah.


Walaupun Tlah Berbeda Alam - Cerpen

Walaupun Tlah Berbeda Alam
Karya Meiselly Berby Shintiya


Dikehidupan yang indah telah diciptakan oleh Tuhan untuk setiap makhluknya.Walau cobaan silih berganti tetapi Tuhan itu Maha Adil,ia selalu menjadikan makhluknya tegar menjalaninya.Dan karena perasaan ikhlaspun makhluknya akan merasakan kebahagiaan dikemudian hari.Ntah kapan waktunya pasti semua akan terjawab.


Kamis, 30 Juli 2015

Best Friend Forever - Cerpen Remaja

Best Friend Forever
Karya Putri Ramadhani

Daevin. Itulah nama persahabatan antara 3 orang yaitu Aku, Hilda, dan Vingky. Persahabatan kita berawal dari sebuah cerita yang aku sama sekali tak ingin mengulang kembali.

Kamis, 11 Juni 2015

Sayap-sayap Patah

           Sebuah cerpen oleh ImaRosyi

            TIDAK ada yang tahu mengapa wanita berusia dua puluh lima tahun itu memilih pekerjaannya saat ini. Barangkali orang lain akan masa bodoh dengan hal itu, tapi orang-orang terdekatnya mempertanyakan hal tersebut tanpa pernah mendapat jawaban yang memuaskan. Seorang sarjana desain interior menjadi seorang psikolog, piskiater, atau apalah namanya, psi-psi yang lain mungkin lebih tepatnya. Yang jelas, menjadi seseorang yang menangani masalah kejiwaan. Ia tidak terlalu memperdulikan sebutan pekerjaannya saat ini.

Minggu, 31 Mei 2015

Gara Gara Game COC - Cerpen

Gara Gara Game COC
Adam Mardhani



Ini cerita gw alami waktu kemaren hari, di game coc ..
Pertengkaran Sukirman dan Sukijah
(Nama disamarkan) :v.. Skip skip..

Dari Pertama kali gw maen coc , udah banyak clan yang gw jelajahi dari mulai Pandaan kingdom , BUKOARMY Elite, Sampe Clan LONG IKIS ONE ! Di clan inilah gw sekarang tinggal..
Pada saat itu gw masuk di clan Long Ikis One ,

Jumat, 24 April 2015

Hobi, bakat

Ada suatu keluarga yang mempunyai dua orang anak perempuan yang berbeda hobi. Andina Rahayu, seorang anak remaja yang memiliki bakat dari lahir yaitu bernyanyi. Dia mempunyai kakak perempuan yang bernama Ratna Purnawati. Andina bila bernyanyi suaranya lebih merdu daripada Ratna. Dan itu sering dibanding – bandingkan oleh kedua orang tuanya, hal itu yang membuat Ratna jengkel pada adiknya itu.
“Suara adikmu malah lebih bagus daripada kamu. Coba kamu belajar vokal sana, daripada kamu ngetik – ngetik gak jelas gitu”kata mama. Ratna diam tak menjawab pertanyaan mamanya, dia sangat serius menatap tulisan yang ada dilayar komputer miliknya.
“Ratna! Kamu denger gak sih kata mama?”sambil menyenggol badan Ratna
“Eh!” kata Ratna kaget, seperti baru menyadari keberadaan mamanya dia berkata
“Loh mama sejak kapan disini?”“Sejak kamu tidak menjawab pertanyaan mama!”kata mama sambil meninggalkan Ratna yang sedang kebingungan.
Esoknya jam 2 pagi, suasana rumah itu menjadi kacau, karena Andina mendadak undangan menyanyi dari Bupati di kotanya
“Aaannnndiiiiiinnnn, baju iniii gimaaaaannaaaaa?”teriak mama dikamar Andin
“Aduh mama, ini acara pernikahan, bukan lomba menjadi Princess”kata Andina sambil mengembalikan gaun panjang yang mirip dengan gaunnya Cinderella ke lemari.
“Aduh Ratna mana sih, jangan – jangan masih tidur” "batin mama
“Kak Ratna gak dibangunin Ma? Suruh bantu” Tanya Andina
“Bangunin sana cepet!” kata mama    
“Kaaakkkaaaaaakkkkk, kak Ratna bangun, bantuin aku cari baju, daripada kakak tidur terus”teriak Andina sambil menggedor – gedor pintu kamar Ratna.
“Apaan sih? Berisik tau!” kata Ratna sambil mengucek matanya.“Daripada kakak tidur terus, mending ikut deh!” kata Andina menarik tangan kakaknya. Sesampainya di kamar Andina
“Ayo Rat, kamu bantuin mama cari baju yang cocok buat acara pernikahan anaknya Bupati”kata mama kepada Ratna yang masih heran dengan suasana kamar Andina yang sangat berantakan.
“Kenapa gak dari kemaren sih?” tanya Ratna yang sekarang ikut membantu
“Dikasih taunya aja jam setengah dua tadi”
“Emang acaranya jam berapa?”tanya Ratna lagi
“Jam delapan pagi ini”jawab mama
“Nah kalau baju ini gimana?” tanya Ratna sambil mengangkat baju muslim yang hanya dipakai oleh Andina saat ada acara keagamaan di kotanya
“Nggak!”
“Kalau yang ini?” sambil menunjukkan baju yang hampir sama dengan baju pertama
“Enggak!”
“Yang ini?”kata Ratna
“Enggak!”
“Ini?”
“Nggak!” jawab Andina
“Ini?”
“Nggak!”
“Ini?”kata Ratna
“Kakak! Ini acara pernikahan bukan pengajian!”Ratna pun berdiri dan berkata
“Kalau gitu cari aja sendiri, daripada aku bantuin cari tapi gak terima, lebih baik aku lanjutin hobiku!” kata Ratna sinis
“Ratna! Hobi kamu itu gak ada gunanya, gak bisa menghasilkan duit. Lihat adik kamu itu, masih kelas tiga SMP aja udah bisa cari duit sendiri, daripada kamu udah kelas tiga SMA aja masih minta orang tua!” kata mama mengomeli Ratna, tetapi Ratna diam tak menjawab kata – kata mamanya, tetapi dalam hatinya dia berkata
“Lihat aja nanti, aku pasti bisa cari duit sendiri dari hobiku”. Ratna meninggalkan mama dan adiknya dengan perasaan dongkol.
Jam dirumah Ratna menunjukkan pukul 07.00 WIB, mereka sudah memasuki mobil yang akan menjemput Andina sekeluarga.
"kenapa aku harus ikut! Padahal daripada aku ikut kesana, lebih baik aku melanjutkan tulisanku!"batin Ratna, tapi terlambat, mobil sudah melaju separuh perjalanan.
Sesampainya di tempat acara, Andina dan kedua orang tuanya dibawa menuju ke dalam tenda tempat para penyanyi lainnya berkumpul. Sedangkan Ratna lebih memilih untuk duduk di bangku penonton
“duhai senangnya pengantin baru, duduk bersanding bersenda gurau…” suara merdu itu keluar dari mulut Andina. Suara tepuk tangan bergema di ruangan itu, mata semua orang tertuju pada Andina, tetapi tidak dengan Ratna yang matanya tertuju pada tulisan di hp-nya, dia sedang mencari ide untuk tulisannya.
Tiba di akhir acara, semua orang menyerukan nama Andina, tetapi Ratna masih tetap menatap hp-nya dan menulisnya di suatu kertas yang dibawanya dari rumah.
Acara selesai,Ratna dan keluarganya memasuki mobil yang akan mengantar mereka pulang. Dalam perjalanan suasana dalam mobil sangat hening, hingga
“Ratna, lihatkan tadi, banyak orang yang sudah kenal dengan adikmu. Lihat kamu ud……” belum selesai mama berkata, mobil yang mengantar mereka sampai depan rumah. Ratna langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah, menghindari omelan mamanya.
“Lihat aja nanti aku pasti bakal lebih terkenal daripada Andin, penghasilanku bakal lebih banyak daripada Andin dan aku pasti bisa lebih membahagiakan kalian daripada Andin” kata Ratna geram.
***
Dua minggu kemudian tulisan Ratna telah selesai
“Akhirnya selesai juga tulisan ini. Lebih baik aku segera mengirimnya!”Setelah mengirimkan tulisannya ke penerbit, Ratna cepat – cepat pulang
“Dari mana Rat?” tanya mama yang sudah menunggu di depan pintu
“Eh, aku, aaku, tadi dariii…darrii… eee itu darii, dari rumah Sinta”kata Ratna mengarang
“Temen baru aku disekolah”kata Ratna mengarang lagi
“Kata kamu kemarin, sekolah gak terima siswa baru lagi. Jawab yang jujur dari mana kamu?” kata mama marah, Ratna menarik nafas panjang
“Aku habis dari kantor pos, ngirim tulisanku ke penerbit”kata Ratna
“Ratna! Sudah berapa kali mama bilang, jangan meneruskan hobi kamu yang gak bermanfaat itu, dari dulu mama sudah bilangin!” kata mama sambil memukul pintu, Ratna tersentak kaget. Ratna diam, dia tak mau urusan bertambah panjang.
***
Beberapa minggu kemudian.Orang tua Ratna sedang berkumpul diruang keluarga. Tetapi tidak dengan Ratna dan Andina, Andina sedang latihan vokal, sedangkan Ratna pergi entah kemana.
“Mana Ratna?” tanya papa Ratna
“Biasa, anak itu dari kemarin, pulang sekolah malah ngeluyur”kata mama"
“seorang anak SMA di kota Jakarta, berhasil mendapatkan rekor penulis termuda, berbakat dan tulisannya yang paling disukai di Indonesia. Umurnya masih 16 tahun.”"kata host salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, untuk membuat para penonton penasaran.
“Hmmm, hebat juga anak ini, kalau anak kita seperti itu, pasti mama bangga banget, tapi mana bisa kalau dia ngeluyur terus” kata mama."
“inilah anak berbakat kita di tahun 2015, RATNA PURNAWATi” muncullah seorang remaja perempuan, diiringi oleh suara tepukan yang bergemuruh di ruang studio salah satu TV swasta. Ya dialah Ratna, remaja perempuan yang hobinya tidak disetujui oleh kedua orang tuanya. Sekarang dia dikenal banyak orang dan mempunyai penghasilan sendiri , tawaran kerja bermunculan, membuatnya semakin sibuk.
“HAH?!” orang tuanya kaget tak menyangka.
Ratna buku ini menceritakan tentang apa sih?”tanya host salah satu stasiun TV.
Buku ini menceritakan kehidupan seorang remaja perempuan yang hobinya tidak disetujui oleh kedua orang tuanya. Emmmm pokoknya, kalau mau tau beli duluu…"kata Ratna sambil tersenyum.Dirumah Ratna, orang tua Ratna menangis terharu. Kehidupan seorang Ratna Purnawati telah berubah, orang tuanya sekarang telah mendukung hobi Ratna, dan perhatian orang tuanya sekarang lebih pada Ratna.
                     TAMAT

Gara – Gara Aku Semua Begini


Gara – Gara Aku Semua Begini
By: Inas Suha Azzahra

Hari ini papa ku akan pulang dari londen. Dan malam ini aku dan omah udah siap kan makan malam bersama. Aku sangat rindu dengan papa. Aku gak ingin kehilangan papa ku. Karna dia, adalah malaikat pertama ku. Gak sabar rasa nya menunggu papa pulang. Bagi ku,papa adalah pahlawan dalam hidup ku. Dia telah membesarkan ku dengan penuh kasih sayang nya. aku dan papa itu ibarat rumah. Papa itu ibarat menjadi pondasi nya. kalau tidak ada pondasi pasti rumah tidak akan terbangun. Begitu lah aku dengan papa ku. Tanpa, papa aku tidak bisa hidup.
saat pak supir mau menjemput papa ke bandara. Aku pun ikut menjemput papa. Aku gak sabar jumpa papa di rumah. Maka, nya aku ikut jemput papa di bandara. Saat aku bertemu papa. Aku langsung memeluk papa. Dan papa mencium ku dengan rasa rindu.
“ pa, dira dan omah udah siap kan makan malam loh.” Kata ku saat berada di mobil.
“ makanan kesukaan papa ada gak?” tanya papa pada ku.
“ ya adalah pa. Masa dira lupa.” Kata ku menatap papa. Dan papa pun sedikit menyerak nyerak rambut ku.
“ omah... omah,,” panggil ku saat masuk ke rumah.
“  ada apa dira.” Kata omah. Dan papa pun memeluk omah dan mencium omah.
“ kita makan malam yuk. Omah udah siap kan semua nya.” kata omah.
“ omah, dira kan ada juga siap kan makanan.” Kata ku. Dan mereka pun tertawa. Dan aku pun makan malam bersama omah dan papa.
Hari libur aku dan omah pergi ke puncak untuk liburan. Tapi, liburan kali ini kak david gak ada. Kalau ada kak david, pasti liburan lebih menyenangkan. Saat di puncak aku dan papa berjalan jalan menaiki sepeda di kebun teh. Dan kami selfi di sana. Pemandangan yang indah banget.
Seminggu aku, papa dan omah di puncak. Dan besok kami akan balik ke jakarta. Cepat banget liburan nya. aku ingin tinggal di puncak. Rasa nya bagaikan surga. Polusi udara yang tidak begitu menyesak di dada. Pemandangan yang indah.
Saat aku pulang sekolah. Di rumah banyak orang orang menggunakan pakaian hitam. Dan ada bendera kuning. Aku pun langsung masuk. Ternyata omah meninggal dunia. Omah terkena serangan jantung. Aku sangat sedih saat melihat omah di tutupi kain. Slama ini aku slalu bersama omah. Dan sekarang aku harus kehilangan omah untuk slama nya.
Saat aku sendiri, omah slalu menemani ku. Omah menggantikan posisi mama ku. Tapi sekarang, tidak ada orang yang menemani ku di saat papa sedang pergi keluar kota atau ke luar negri. Aku sangat kehilangan omah ku. Dia adalah peri bagi ku.
Dua Minggu setelah omah meninggal. Papa, harus pergi amsterdam untuk mengurus perusahaan yang ada di amsterdam. Di saat papa pergi, aku merasa sangat ke sunyian. Biasanya, kalau papa lagi pergi begini. Omah slalu menemani ku di saat aku ingin tidur. Kak david juga sudah balik ke paris. Dan aku merasa sangat sepi dan sunyi.
Saat pagi tiba, biasa nya omah yang membangunkan ku. Tapi, sekarang alarm yang membangun kan ku. Saat sarapan pagi omah slalu ada di meja makan dan memberi ku susu hangat.
Waktu pulang sekolah aku mengajak vina, serin, kila, dan syila ke rumah ku untuk menginap di sana. Apa salah nya aku mengajak mereka menginap di rumah ku. Lagi pula, rumah ku sunyi dan sepi. Saat mereka semua menginap di rumah ku. Rumah menjadi hidup kembali. Aku senang rasa nya.
Sehari sebelum papa pulang dari amsterdam mereka pun pulang. dan rumah pun menjadi sunyi kembali. Saat papa pulang dari amsterdam. Aku melihat dari atas kamar jendela ku, papa membawa seorang perempuan ke rumah. Dan aku pun turun untuk menemui nya.
“ aldira... dira...” panggil papa.
“ ya pa.” Kata ku bergegas turun.
“ tante itu siapa pa?” tanya ku.
“ ini tante hila. Papa akan menikah dengan tante hila.” Kata papa.
“ apa?” kata ku terkejut saat papa bicara begitu. Dan aku pun langsung melepaskan tangan ku dan aku langsung naik ke atas dan masuk ke kamar.
“ aku benci papa! Aku benci papa!” kata ku marah. Dan papa pun masuk ke kamar ku.
“ kenapa papa mau menikah dengan tante hila? Apa papa tau tante hila itu baik? Papa belum mengenal tante hila itu lebih dalam. Papa pernah janji sama aku dan kak david kalau papa gak akan pernah menikah lagi dengan siapa pun. Dan papa gak akan pernah menggantikan mama dengan wanita lain! Tapi, apa? Papa bohong kan?!” kata marah panjang lebar.
“ papa ingin ada orang yang ingin merawat kamu, menjaga kamu dengan penuh kasih dan perhatian.” Kata papa.
“ papa bisa panggil pengasuh, atau apa untuk mengurus ku.” Kata ku.
“ dan pengasuh itu gak bisa kan mengurus papa kan? Papa butuh seseorang yang bisa mengurus papa!” kata papa. Dan aku pun hanya terdiam.
“ seminggu lagi. papa dan tante hila akan menikah.” Kata papa. Dan papa pun meninggal kan ku.
Saat menjelang penikahan papa dan tante hila. Aku dan teman teman ku berusaha agar papa dan tante hila tidak menikah. Tapi, itu semua gagal. Papa dan tante hila akhir nya menikah.
“ aldira sini, kita sarapan bareng.” Kata papa.
“ dira ingin langsung pergi saja.” Kata ku menyindir tante hila.
“ aku pergi dulu pa.” Kata ku menyalam papa. Dan tante hila menyodorkan tangan nya. tapi, aku tidak menyalam tante hila.
Saat pulang sekolah tante hila menyuruh ku makan siang. Tapi, aku tidak makan siang. Karna, aku malas melihat nya. bagi ku tante hila yang sudah membuat papa berubah begini.
“ dira, mama udah siap kan makan siang untuk kamu.” Kata tante hila.
“ apa tante bilang? Mama?!” kata ku.
“ tante dengar ya. Aku gak akan panggil tante dengan sebutan mama! Karna, mama ku hanya satu. Dan gara gara tante papa berubah begini. Jangan harap aku bisa menerima tante dalam hidup ku!” kata ku meninggalkan tante hila.
Aku slalu memarahi tante hila disaat papa tidak ada. Aku slalu membuat masalah di saat papa tidak ada. Itu semua aku lakukan agar tante hila pergi dari rumah dan meminta cerai pada papa. Tapi, itu semua sia sia. Tante hila tetap saja tinggal di rumah ku. Dan semakin lama papa semakin membela tante hila dari pada ku.
Suatu hari aku membuat masalah dengan tante hila yang begitu besar. Dan aku pun mendorong tante hila hingga terjatuh. Saat aku mendorong tante hila. Ternyata papa melihat ku saat aku mendorong tante hila. Papa pun sangat marah pada ku.
“ papa gak pernah ajari kamu begini! Tante hil itu mama kamu!” bentak papa pada ku.
“ dia bukan mama ku! Dia hanya pengerusak di kehidupan ku! Aku gak akan pernah menganggap tante hila itu orang tua ku!” kata ku.
“ sekarang tante puas kan!” kata ku. Dan papa menampar ku. Dan aku pun lari keluar. Dan papa pun mengejar ku. Saat papa mengejar ku, papa di tabrak oleh mobil yang sangat kencang. Aku pun langsung ke tempat papa. Aku pun memeluk papa dan aku pun menangis.
Saat aku memeluk papa ada mobil berkelajuan sangat kencang menabrak ku dan papa. Dan aku pun ikut berdarah darah seperti papa.
Selama empat hari aku tidak sadarkan diri. Saat aku membuka mata ku. Disamping ku ada kak david yang menemani ku. “ papa mana kak?” tanya ku saat aku sadar. “ kak jawab.” Kata ku. Dan kak david melihat tante hila. “ papa masih di rawat di ruangan lain.” Kata kak david. “ papa gak apa apa kan kak? Aku ingin lihat papa kak.” Kata ku berusaha bangun. “ jangan dulu, kamu masih lemah. Besok aja kita lihat papa.” Kata kak david.
Dan besok hari nya aku meminta kak david mengantar ku ke ruangan papa. Saat di lorong kaca rumah sakit. Kak david pun berhenti menyorong kursi roda ku. “ kenapa berhenti kak? Ruangan papa di mana?” tanya ku. Dan kak david hanya terdiam dan meneteskan air mata nya. “ kak, ruangan papa dimana?!!” tanya ku memaksa. “ papa udah meninggal.” Kata kak david.
Saat mendengar ucapan itu aku terdiam sejenak. Dan aku pun langsung menangis begitu histeris. “ gak mungkin, gak mungkin.” Kata ku menagis. “ itu gak mungkin kan kak! Papa gak mungkin meninggal! Papa gak meninggal kan kak! Kakak bohong kan!” kata semakin menangis histeris. “ papa meninggal karena, jantung nya bocor.” Kata kak david. “ gak mungkin!!! Papa gak mungkin meninggal!!!” kata semakin histeris. Dan kak david langsung memeluk ku begitu erat.
Setelah seminggu aku di rumah sakit. Aku pun ke pemakaman papa. Disana aku menangis begitu deras nya. rasa nya bagaikan mimpi buruk. Rasa nya sangat sakit dan perih. Tak pernah aku membayangkan ini. Bagi ku sulit rasa nya menerima kenyataan ini.
Sekarang kak david tidak ke paris lagi. dia yang akan merawat ku slama aku masih belum pulih seperti dulu. Dan tante hila juga masih tinggal di rumah ku. Aku beranggapan semua ini terjadi karena tante hila. Aku pun semakin membenci tante hila.
“ ini, tante udah buat kan bubur untuk kamu.” Kata tante hila memberi ku bubur. Dan aku pun, membuang bubur itu.
“ ini semua gara gara tante! Tante yang udah buat papa meninggal! Dan gara gara tante aku harus duduk di kursi roda! Tante puas kan!” kata ku.
“ kenapa kamu berfikir begitu jelek dengan tante. Tante hanya ingin merwat kamu. Tante gak ingin harta papa kamu. Tante hanya ingin menjaga dan merawat kamu dengan sepenuh hati tante. Tante juga gak maksa kamu untuk menaggap tante menjadi mama kamu. Oke, tante akan pergi dari rumah ini!” kata tante hila masuk ke kamar nya dan langsung pergi dari rumah ku.
Saat sarapan pagi. Kak david menanyakan tante hila. Aku bilang pada kak david. Kalau tante hila sudah pergi dari rumah ini. Aku bilang pada kak david kalau aku yang mengusir tante hila. “ kamu usir tante hila?!” tanya kak david. “ iya, dia hanya membuat hidup ku semakin hancur berantakan. Dan gara gara tante hila papa meninggal!” Kata ku. “ yang buat papa meninggal itu bukan tante hila! Tapi, kamu! Dan kamu tau siapa yang telah menolong kamu! Tante hila yang udah menolong kamu! Tante hila udah donori darah nya untuk kamu! Tanpa, donor dari tante hila kamu gak akan tertolong! Kakak gak nyangka kalau kamu begini!” kata kak david marah dan meninggalkan ku.
Di pinggir kolam berenang aku memikirkan perkataan kak david. Setelah aku berfikir, aku pun pergi ke rumah tante hila untuk meminta maaf dan meminta agar tante hila mau menjaga dan merawat ku.
Saat mendorong kursi roda ku. Tiba tiba aku terjatuh dari kursi roda ku. Dan aku sulit untuk bangkit. Dan tiba tiba ada seseorang membantu ku. Ternyata orang itu tante hila. Aku baru menyadari, bahwa tante hila mempunyai hati yang begitu tulus untuk ku. Biar pun aku telah mengusir nya, memarahi nya. dia tetap saja menyayangi ku setuluh hati nya. aku sangat menyesal apa yang telah ku lakukan pada tante hila.
Andai saja malam itu aku gak menolak tante hila. Pasti, papa gak akan meninggal. Dan semua ini gara gara aku. Bukan gara gara tante hila tapi, gara gara aku. Aku slalu saja berfikir jelek dengan tante hila. Aku menyesal dengan semua yang telah ku perbuat slama ini. Dan aku baru menyadari nya hari ini. Betapa bodoh nya diri ku, betapa buruk nya diri ku. Aku merasa aku tidak berguna lagi.
Dan sekarang aku bisa menerima tante hila menjadi mama kedua ku. Dan tente hila merawat ku dan menjaga ku dengan penuh kasih sayang. Andai saja sejak dulu aku dan tante hila begini. Pasti, aku tidak akan kehilangan papa ku untuk selama nya. tapi, semua telah terjadi. Tapi, aku tidak akan biarkan nya begitu saja. Dan sekarang aku sangat dekat dengan tante hila. Semoga papa bahagia melihat aku disini bersama tante hila bisa bersama dan akrab seperti anak dan ibu.  LOVE YOU PAPA. Aldira akan slalu mengingat papa. Karna, aldira sayang papa. I MISS YOU PAPA. YOU ARE MY EVERYTHING.

THE END


Karena keegoan ku


Karena keegoan ku
                                                                    BY : Inas suha azzahra

Bagiku egois itu sgala nya. semua bisa kita dapatkan dengan egois. Egois dan mau menang sendiri itu adalah hal yang indah bagi ku. Semua bisa ku dapatkan karena keegoan ku. Aku suka dengan keegoan. Karna dengan keegoisan semua bisa di dapatkan.
Saat aku pulang liburan dari amerika. Aku mendapat kabar dari daddy dan mama bahwa omah meninggal. Aku dan kak aldino pun langsung ke bogor. Tujuh hari setelah meninggal nya omah. Kami pun pulang ke jakarta.
Yang paling aku gak suka saat pulang ke jakarta. Yaitu, mama dan daddy membawa syifa ke jakarta. Aku sangat membenci nya. aku tidak suka dengan nya. bagi ku, dia hanya membuat malu aku. Dengan keadaan nya yang tunarungu. Dan entah apa yang membuat daddy dan mama menyekolah kan syifa di sekolah ku.
Saat mama dan daddy menyuruh ku untuk berangkat sekolah bareng dengan syifa. Aku menurunkan syifa di tengah jalan. Aku tidak mau teman teman aku tau. Kalau, aku mempunyai adik tunarungu seperti dia. Makanya aku turunkan dia di tengah jalan.
Saat aku parkir mobil ku di parkiran sekolah. Aku melihat syifa turun dari mobil daddy. saat daddy sudah pergi. Aku pun langsung menghampiri nya. tapi, saat aku ingin menghampiri nya. dila, kila, siyla memanggil ku. Dan aku pun langsung menghampiri mereka.
“ yang turun dari mobil loh itu siapa bi?” tanya kila.
“ mmm... dia anak pembantu gue.” Kata ku. Aku tidak akan mengakui syifa sebagai adik aku sampai kapan pun. Dan aku tidak akan biarkan teman teman ku tau kalau aku mempunyai adik tunarungu seperti syifa. Dan aku tidak akan biarkan teman teman ku tau kalau syifa adalah adik aku.
Saat di kantin aku datang ke meja nya. dan aku bilang pada nya “ pulang sekolah nanti. Loh tunggu gue di persimpang sekolah.” Kata ku berbisik pada nya. saat pulang sekolah aku pun tidak menjemput syifa di persimpangan sekolah. Aku pergi dengan teman teman ku.
Saat aku pulang ke rumah. Mama dan daddy memarahi aku. Karena, aku menurunkan nya di tengah jalan dan meninggalkan nya di sekolah. “ kenapa kamu turun kan adik kamu di tegah jalan dan tinggalin dia disekolah!” kata daddy marah. “ karena, aku gak mau berangkat dan pulang bareng sama dia!” jawab ku santai. “ dia itu adik kamu! Gak pantas kamu bilang begitu!” kata mami marah. “ adik aku?! Dia bukan adik aku!” kata ku. Dan aku pun langsung masuk ke kamar dan membanting pintu kamar. “ bintang!” panggil daddy. tapi, aku tidak menghiraukan panggilan daddy.
“ gara gara anak itu. Semua nya begini. Daddy dan mama lebih menyanyangi loh dari pada aku! Lihat aja loh. Loh akan habis di tangan gue.” Kata ku di kamar sambil melempar barang barang ku.
Saat mama dan daddy pergi. Aku membuat rencana agar mama dan daddy memarahi syifa. Saat mama dan daddy pulang, aku pun melukai diri ku dengan pecahan kaca. Saat itu syifa berada di depan ku. Dan aku pun pura pura jatuh.
Saat mama dan daddy mendengar jeritan ku. Mereka pun langsung naik ke atas. Mereka pun langsung membawa ku ke rumah sakit. Dan mama sama daddy akhir nya memarahi syifa. Aku sangat senang, ketika perhatian mama dan daddy beralih pada ku lagi. dan semua apa yang aku ingin kan pasti akan terwujud. Karena, egois adalah sgala nya.
Saat acara ulang tahun ku. Semua orang datang termasuk reno. Malam itu adalah malam yang sangat bahagia bagi ku. Dimana ada mama, daddy, kak aldino, kila, siyla, dila, dan reno dan teman teman ku semua datang dalam acara ulang tahun ku yang ke 17 tahun. Saat acara mau di mulai. Tiba tiba syifa datang ke pesta ulang tahun ku. Dia datang dengan hammka. Aku gak tau gimana hammka bisa kenal dengan adik ku.
Saat di rumah, aku memarahi nya. “ loh puas! Sekarang teman gue tau, kalau loh adik gue! Mau loh apa sih!” bentak ku. “ loh itu hanya perusak dalam kehidupan aku!” kata ku bentak sambil menangis. “ mulai besok! Loh jangan dekat dekat dengan teman teman aku. Dan jangan dekat dengan hammka!” “ ngerti kan loh!” kata ku sambil mendorong syifa. Dan aku pun langsung naik ke atas dan masuk ke kamar sambil menangis dan marah.
saat di sekolah. Aku pun langsung menemui hammka. Aku tidak ingin hammka menyebar luakan bahwa syifa adik ku. Aku memohon pada nya agar semua orang yang di sekolah ini tidak tau kalau syifa adik ku.
Saat aku duduk di kantin sekolah. Aku mendengar orang orang menceritakan aku dengan syifa. Dan tiba tiba sela dan geng nya datang ke meja kantin ku. “ ohh,,, ternyata syifa itu adik loh. anak yang tunarungu itu.” Kata sela. “ kasihan banget ya. Punya adik yang tunarungu.” Kata sela kuat. “ heh... loh jangan kuat kuat bilang nya. ngerti loh!” kata ku berbisik marah pada sela. “ ohhh... loh malu ya punya adik cacat seperti syifa iya!” kata sela kuat kuat. “ perhatian perhatian! Dengar gue. Kalian tau anak kelas sepuluh yang tunarungu itu. Anak itu adalah adik nya bintang. Gak nyangka ya kalau bintang punya adik tunaraungu. Bahkan bintang gak mengakui kalau syifa sebagai adik nya.” kata sela. Tiba tiba syifa datang dan dia menulis. “ yang di katakan kak sela itu tidak benar. Aku bukan adik kak bintang. Aku hanya anak pembantu di rumah kak bintang.” Tulis syifa di kertas yang besar. “ loh puas! Sekarang orang orang tau kalau loh adik gue! Loh puaskan!” kata ku marah dan menangis karena malu. “ gue benci sama loh!” kata ku mendorong syifa sampai terjatuh. Dan aku pun pergi ke taman sekolah.
“ gue gak nyangka kalau loh begini.” Kata reno tiba tiba.
“ itu gak seperti yang loh bayangkan ren.” Kata ku mengahapus air mata ku.
“ kenapa loh begini? Dia itu adik loh! Gue gak suka dengan sifat loh yang begini! Mulai sekarang. Kita putus!” kata reno meninggal kan aku sendiri ditaman.
Keesokan hari nya saat aku masuk sekolah. Dila, siyla, kila, dan hammka tidak mau bicara dengan ku. Mereka mendiam kan aku. Saat istirahat aku mendekati mereka yang sedang berkumpul di taman sekolah. Saat aku datang, mereka pun bubar. “ kalian kenapa sih. Setiap kali aku mendekat dengan kalian. Kalian itu slalu menjauh! Apa salah aku!” tanya ku. “ loh egois. Loh mau menang sendiri. Loh gak pernah hargai orang lain. Loh terlalu egois dengan adik loh.” Kata hammka. “ loh gak pernah pikirin perasaan orang. Loh slalu memarahi orang orang. Bahkan loh tega lukain hati adik loh sendiri.” Kata dila. “ tapi, kalian gak tau. Gimana rasa nya punya adik yang tunarungu. Dia itu hanya bisa buat malu aku! Dia itu buat hidup aku semakin berantakan!” kata ku menangis. “ loh yang buat hidup loh begini. Bukan syifa. Tapi loh. Loh fikir lebih dalam lagi. kalau loh masih menyimpan rasa egois dan mau menang loh sendiri. Loh tidak akan di sukai banyak orang! Ingat itu!” kata siyla. Dan mereka pun pergi meninggal kan ku.
Saat pulang ke rumah. Aku memarahi syifa dan membentak nya. “ loh puas kan! Teman teman gue lebih membela loh dari pada gue! Loh puaskan!” bentak ku. “ gue akan pergi dari rumah ini. Gue gak akan balik kerumah ini. Dan jangan ganggu hidup gue lagi. ngerti loh!” kata ku pergi dari keluar rumah.
Saat aku berjalan di jalanan yang sunyi. Tiba tiba ada seorang penjahat yang ingin menyopet ku. Aku pun mempertahan kan barang barang ku. Dan akhir nya aku di tusuk oleh pisau nya. dan tiba tiba syifa datang. Dan penjahat itu juga menembak syifa.
Dua hari aku tidak sadarkan diri. Saat aku sadar, aku menanyakan keadaan syifa. Daddy pun membawa kan ku keruang ICU. Disana syifa dirawat. Keadaan nya sangat parah. Aku menangis saat melihat syifa terbaring tak sadar kan diri.
“ syifa, maafin kak bintang. Kak bintang gak ingin kehilangan kamu. Kakak mohon kamu bangun. Maafin kakak. Kalau kakak gak egois dan mau menang sendiri. Ini semua gak akan terjadi. Kamu bangun ya syifa.” Kata ku menangis menyesal. Saat aku memegang tangan nya. tiba tiba detak jantung syifa berhenti. Aku sangat menyesal atas apa yang pernah aku lakukan pada adik ku sendiri. Aku terus menangis dan terus menangis.
Saat di pemakaman aku membayangkan semua perbuatan yang pernah ku lakukan pada syifa. Aku gak pernah melakukan syifa dengan baik. Aku slalu memerahi nya dan bahkan aku pernah mendorong nya dan membentak nya sampai menangis.
Aku baru sadar, bahwa diri ku sangat egois dan mau menang sendiri. Dan aku baru sadar, bahwa syifa telah banyak berbuat baik pada ku. Dan aku sering memarahi syifa dan membentak nya. aku gak pantas menjadi seorang kakak. Aku gak pantas menjadi seorang kakak untuk nya. aku merasa bersalah.
Saat di rumah aku masuk ke kamar syifa. Aku membaca buku diary nya. saat aku membaca buku diary nya. aku menangis, betapa jahat nya aku slama ini. Syifa hanya ingin membuat aku bahagia. Bahkan kado yang dia berikan kedapa ku yang pernah aku buang dia kutip kembali. Dan aku membuka kado itu. Ternyata kado itu, kado yang ku ingin kan slama ini. Aku sangat bersalah pada syifa.
Daddy dan mama pun masuk ke kamar syifa. Dan mereka berada di samping ku. “ mama, daddy. aku gak berguna lagi. aku merasa bersalah sama syifa. Slama dia hidup aku slalu memarahi nya. aku sangat menyesal daddy, mama.” Kata ku menangis. “ sekarang, kamu buang rasa egois kamu dan mau menang sendiri kamu.” Kata daddy. “ aku akan buang rasa egois aku dan rasa mau menang sendiri aku. Aku janji daddy. aku janji mama. Tapi, tolong kembalikan syifa lagi.” kata ku menangis. “ lihat daddy. syifa, udah bahagia di atas sana. Dia gak ingin melihat kakak nya menangis begini. Syifa, udah bahagia bersama omah di atas sana. Jadi kamu gak perlu sedih begini.” Kata daddy. “ tapi, aku..” kata ku belum selesai. Daddy dan mama pun langsung memeluk ku. “ kamu harus harus ikhlaskan syifa. Dia udah bahagia disana. Mama tau, gimana persaan kamu. Mama, daddy, dan kak aldino juga sama seperti kamu. Tapi, kami semua sudah mengikhlaskan syifa. Kamu harus ikhlaskan syifa sayang.” Ucap mama yang masih memeluk ku.
Saat di sekolah. Teman teman aku masih marah pada ku. Saat aku mendekati mereka. Mereka pun menjauh dan pergi dari ku. “ aku tau. Aku salah. Aku egois, aku mau menang sendiri. Aku menyesal atas apa yang aku perbuat slama ini. Aku udah buang sifat egois dan rasa mau menang ku sendiri. Dan kalau waktu bisa di putar aku tidak akan pernah lakukan itu lagi.” kata ku menangis. “ tapi, waktu tidak bisa di putar kembali lagi.” kata dila. “ aku tau. Tapi, aku menyesal atas apa yang pernah ku perbuat. Aku sangat merasa bersalah. Aku janji tidak akan egois dan mau menang sendiri. Aku mohon maafin aku.” Kata ku masih menangis. Dan mereka pun hanya terdiam. “ gak apa apa kok. Kalau kalian gak mau maafin aku. Aku memang panatas di beginiin.” Kata ku yang masih menagis sambil memutar kursi roda ku. “ aku mau maafin loh.” Kata siyla. “ aku juga.” Kata hammka. “ aku juga.” Kata dila. “ aku juga.” Kila. Dan reno juga mau memaaf kan ku.
 Aku sadar Semua ini terjadi karena keegoan ku. Aku terlalu egois. Aku menyesal karena, keegoisan ku. Andai waktu bisa di putar. Aku tidak akan mengulang nya kembali. Aku tidak menjadi anak yang egois dan mau menang sendiri. Tapi, semua telah terjadi. Tapi, di balik kejadian ini semua, aku bisa menggambil hikmah nya. dan sekarang, aku tidak ingin menjadi orang yang egois dan mau menang sendiri. Aku ingin buang jauh jauh rasa egois dan mau menang sendiri. Gara gara aku terlalu egois dan mau menang sendiri. Dan sekarang Aku harus kehilangan adik ku untuk slama lama nya. maafin kakak, syifa. Maafin kakak. Kakak sayang sama kamu. We LOVE YOU SYIFA. I MISS YOU SYIFA.
The End