Selamat datang di Kumpulan Cerpen Remaja dan Anak! Silahkan mengunjungi satu per satu cerpen dari para penulis kami!
Bisa mulai ditelusuri dari Authors yang berisi profil kami, kemudian Become Author untuk mengirim karya atau pun menjadi penulis tetap. Melanjutkan atau malah langsung menuju Daftar Cerpen yang berisi cerpen terposting di blog lama maupun baru pun oke. Ada yang kurang? Tanyakan di Information. Berkelana sesuka hati saja, deh! Welcome!
Welcome to KCRdA weblog | take parcitipate with us | read stories | comment | send stories

Sabtu, 19 April 2014

Cinta Ini - Cerpen Remaja

Cinta Ini
Karya ferany narita


Seperti mawar yang kau berikan dulu. Kini aku sendiri dan layu. seharusnya kau masih ada di sini bersamaku. Seandainya saja malam itu aku tidak membuat pertengkaran itu. Aku hampir mati saat itu David. Aku masih rela jika kau pergi dengan wanita lain, setidaknya aku masih bisa melihatmu tertawa.
Aku tak tau harus berbuat apa lagi agar aku tak merasa bersalah. Jiwa hampir tidak waras lagi, otakku hampir berhenti berfikir. Mata ini tak berhenti mengeluarkan tetesan air yang sedikit demi sedikit membasahi pipiku.
Andai aku bisa mengulang malam itu, aku tidak aku mempersoalkan pernikahan kita. Andai aku tidak egois. Andai aku menuruti katamu yang mengajakku pulang agar aku tidak terlalu lelah mengurus pernikahan kita saat kamu menjemputku di gedung membosankan itu. Andai aku tidak sebodoh itu David, kini kamu sudah mengucapkan kalimat indah itu di depan seorang laki-laki yang membuat seorang laki-laki dan perempuan sah sebagai sepasang suami dan istri, di depan ayah ibu kita, di depan para saksi, dan tamu.

***
Aku tahu ini sudah menjadi takdir Tuhan. Tapi aku akan lebih rela jika kecelakaan itu tidak didepan mataku, dan tidak karena aku memintamu mengantarkan aku ke toko busana cantik kita, David. Kenapa tidak aku saja yang mati waktu itu David? Kenapa harus kamu? Aku tahu ini sudah 2592000 detik, 43200 menit, 720 jam, 30 hari , 4 minggu, 1 bulan setelah malam itu. Tapi entah kenapa semakin banyak goresan di hati dan pikiranku jika malam itu menhantui isi otakku.
Rasanya ingin saja aku membenturkan kepala ke tembok beton dengan kuat, agar memori buruk itu hilang.
“David, apakah kamu bahagia di sana? Apakah surga itu indah, David? Aku mohon bawa aku ke sana. Jangan biarkan aku sendiri di sini hanya dengan kenangan kita.” Kataku pada david.
“Aku tidak akan mengajakmu sayang. Kamu tidak akan sendiri, Ditaku. Banyak yang menyayangimu seperti aku menyayangimu juga. Kamu masih berhak bahagia di planet yang terkadang kejam ini. Kamu akan mendapat pengganti yang lebih baik dari aku Dita. Aku tidak ingin melihat wajah indahmu itu terlipat-lipat. Aku pergi iya, Dita. Tersenyumlah untukku, aku tidak apa-apa di sini. Aku sangat mencintaimu, Dita.” Jawab David yang meninggalkan senyumnya padaku di mimpi indahku malam ke 35 sejak ia pergi itu.
Aku menangis setelah terbangun dari mimpi itu. Aku tidak tahu harus apa, tidak tau harus berbicara apa. yang ada difikiranku hanya David, aku cinta David, aku menyayanginya, aku merindukannya. Aku tidak tahu apakah ada yang bisa menggantikan posisi david dihidupku.

***
Sudah dua minggu aku mengambil cuti dari pekerjaan membosankan itu. Kini aku kembali ke pekerjaan itu. Aku hanya tidak ingin tenggelam dalam air mata, tidak ingin terkubur dalam derita. Aku mencoba memulai suasana tanpa David, walaupun sangat sulit.
Malam ini aku tidak mengambil jatah lembur. Aku ingin ke toko buku, membeli sebuah buku, mungkin bisa membuatku lebih rileks. Aku membeli beberapa novel yang menarik, agar tidak bolak-balik ke toko buku karena cukup jauh dari kantorku.
“braak!” Aku terjatuh dengan buku-buku yang berserakan.
“sorry-sorry, gue nggak sengaja!” ujar seorang yang menggunakan sepatu licin dan mengkilap di depanku itu.
“hati-hati dong mas kalau jalan. Sakit nih.” Kesalku.
“gue kan udah minta maaf! Sini gue bantuin.” Katanya sambil mengulurkan tangan.
Aku menggapai tangannya. Tangannya lembut, dingin, dan entah kenapa jantungku berdebar saat aku menatap matanya yang indah seperti bintang malam itu. Secangkir kopi dan sepotong kue tart menjadi permintaan maafnya. Dan, namanya Ken.

***
Sudah hampir sebulan aku dan Ken saling mengenal. Dan hari ini aku mengajak Ken pergi ke makam David. Aku memperkenalkan Ken, mungkin terlihat sedikit gila. Tapi aku ingin David tau, kini ada Ken yang menjagaku. Dan tepat di depan makam David, Ken menyatakan perasaannya kepadaku. Dan tepat saat itu juga kami resmi berpacaran.
Meskipun kini Ken ada dihatiku, tapi tetap selalu ada David sampai kapanpun. Meskipun Ken kini menetap difikiranku, tetap David yang selalu difikiranku dimanapun aku berada, dimanapun David sekarang.
Ken sudah kuperkenalkan terlebih dahulu kepada orang tuaku, begitu pula sebaliknya dengan Ken. Tapi saat itu kami tidak lebih dari seorang sahabat. Aku tidak tau akan terjadi apa lagi di hari-hariku berikutnya. Tapi aku selalu berdoa agar kenangan seperti saat bersama David tidak akan kembali lagi.

***
Kini sudah lima bulan hubungan kami berjalan tapi ada terkena duri tajam. Malam ini Ken mengajakku dinner untuk merayakan anniversary.
“Dita, aku tidak tahu seberapa dalam rasa cinta itu buatku. Tapi aku tahu rasa itu tidak akan terkalahkan dengan rasa cintamu kepada David. Tapi lima bulan ini sudah cukup bagiku. Dan aku rasa….” Ucapan Ken langsung kupotong,
“jadi hanya segitu rasa cintamu Ken? Hanya sampai lima bulan ini?” jawabku.
“iya Dita. Aku minta maaf karena aku hanya bisa menjadi pacarmu sampai di sini saja.” Aku sangan terkejut dengan kata-kata Ken.
“tega kamu Ken!” aku langsung berdiri dari tempatku duduk.
“tunggu, Dita!” Ken langsung menarik tanganku, berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak kain berwarna merah. Ken membukanya.
“karena aku ingin kamu menjadi istriku Dita bukan lagi pacarku.” Kata Ken sambil membuka kotak yang berisi sebuah benda berbentuk lingkaran dan dihiasi sebuah permata yang indah.
Dan saat itu aku menerima Ken. Tentu saja aku tidak akan mengulang kejadian dulu. Aku sangat trauma, jadi apapun yang Ken katakan jika itu menyangkut tentang aku, Ken dan pernikahan kami aku turuti saja.

***
Kini semua persiapan telah selesai. Tepat seminggu sebelum pernikahan kami, kami pergi ke makan David. Mendoakannya dan mengatakan bahwa kami akan menikah tepat di tanggal yang seharusnya jadi pernikahanku dan David tetapi berbeda bulannya.
“David, kini aku tersenyum kembali karena pria disampingku ini. Aku berjanji tidak akan membuatnya kesal dan marah. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk Ken. Aku sayang kamu, David. Kamu akan selalu ada di dalam hati dan fikiran ini. Dan aku mencintaimu, Ken.” Itu yang aku katakana untuk David dan Ken saat itu.
“David, aku bersyukur bisa bertemu dengan wanitamu ini. Aku bahagia bisa membuatnya tersenyum kembali. Aku berjanji tidak akan membuatnya kecewa dan menangis. Aku berjanji akan menjaganya untukmu, David. Dan aku sangat mencintaimu, Dita. Kamu akan selalu ada di hati dan fikiranku, kamu akan menjadi yang terakhir untukku, Dita.” Ujar Ken yang menggenggam erat tanganku, memandang wajahku dan tersenyum manis, tak ingin aku meneteskan air mata setetespun.

Profil dan Lainnya

nama : Ferany Narita
tempat tinggal : Semarang
ttl : Tebing Tinggi Deli, 20 april 2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biarkan kami tahu kamu di sana... ;)